- 7 -

Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
29 -10 - 1427 هـ
20 - 11 - 2006 مـ
ـــــــــــــــــــ



Al Yamani Al Muntadhar menyeru para ulama dan ilmuwan dalam pelbagai bidang mereka untuk ke meja bundar hiwar..


Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, dari khalifah Allah untuk manusia, Al Mahdi Al Muntadhar, imam kedua belas dari kalangan Ahlul Bayt yang suci, penutup para khalifah Allah seluruhnya, hamba-Nya yang rendah dan hina di hadapan-Nya, Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani, kepada saudaraku yang mulia pelayan dan penjaga dua kota suci yang mulia (Makkah dan Madinah), Raja Abdullah bin Abdul Aziz keluarga Sa'ud yang dihormati

Juga kepada semua pemimpin arab dan non-arab, kepada Dewan Ulama Senior di Makkah Al Mukarramah, kepada semua ulama agama Islam di seluruh dunia, kepada para ilmuwan astrofizik yang tidak mengklaim dan mengakui ilmu pengetahuan ghaib, kerana mereka bukan ahli nujum para peramal pendusta yang menjadi para penolong syaitan, juga kepada semua ilmuwan umat manusia dalam pelbagai lapisan dan bidang keilmuan yang mereka tekuni, serta kepada seluruh manusia, salam sejahtera ke atas mereka yang mengikuti Al Mahdi, yang mendapat petunjuk dan bimbingan untuk menyeru manusia ke jalan yang lurus, selanjutnya..


Wahai sekalian ulama umat Islam dan Nasrani, adakah kalian layak untuk memilih penutup para nabi dan rasul, Muhammad, hamba Allah dan utusan-Nya -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam-, ataukah kalian layak memilih hamba Allah dan utusan-Nya, Al Masih Isa Putra Maryam -shollallaahi 'alayhi wa sallam-
?
Tidak selayaknya kalian menjawab, kecuali sebagaimana jawaban para malaikat Ar Rahman, ketika mereka berbeza pandangan terhadap kekhalifahan manusia, bahawa mereka lebih layak untuk menerima kekhalifahan kerajaan malakut dari selain mereka, demikian itu dapat difahami dari ucapan para malaikat:
Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau
?
Maha Benar Allah
[Al Baqarah:30]


Lalu Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama khalifah Allah kesemuanya, kemudian Allah mengemukakannya dan memperlihatkannya kepada para malaikat, Allah berfirman kepada para malaikat dengan firman-Nya yang bercampur dengan kemurkaan-Nya:
lalu Allah berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika sungguh kalian termasuk kalangan yang benar!"
Maha Benar Allah
[Al Baqarah:31]


Maka dari firman Allah itu para malaikat menyedari, adanya ketidaksenangan dalam Dzat Tuhan terhadap mereka, bahawa mereka telah melampaui batasan mereka, seakan-akan mereka yang lebih mengetahui dari Tuhan mereka, maka para malaikat tunduk menyerah dan menunjukkan penghormatan, mereka mengucapkan tasbih menyucikan Tuhan:
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"
Maha Benar Allah
[Al Baqarah:32]


Jika demikian wahai sekalian ulama umat, sekiranya para malaikat Ar Rahman sahaja tidak berhak berpandangan dalam pemilihan khalifah Allah di bumi, lantas bagaimana kalian pula berhak untuk memilih penutup para khalifah Allah seluruhnya, imam para nabi dan rasul yang terdahulu dan terkemudian, yang menjadi kebanggaan Muhammad Rasulullah kerana Allah menjadikan Al Mahdi dari Ahlul Bayt Nabi
?
Di atas setiap orang yang berilmu pengetahuan ada yang lebih mengetahui; Allah telah mengurniakan kelebihan tertentu pada sebahagian para nabi di atas sebahagian yang lain, dan sebahagian pula ada yang Allah tinggikan kedudukan mereka beberapa derajat dengan ilmu pengetahuan:
dan di atas tiap-tiap orang yang berilmu pengetahuan itu ada lagi yang lebih mengetahui
Maha Benar Allah
[Yusuf:76]


Hamba Allah Al Masih Isa Putra Maryam lebih mengetahui dari para nabi sebelumnya; demikian itu kerana Allah telah mengajarkan pada Isa Putra Maryam Al Kitab, hikmah, Taurat dan Injil, akan tetapi Allah telah memerintahkan Putra Maryam dalam Al Kitab, untuk mematuhi arahanku, mengikutiku dan menjadikanku sebagai imam, padahal Putra Maryam adalah seorang nabi, rasul dan seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat

Isa Putra Maryam termasuk kalangan orang-orang yang didekatkan dengan Allah Tuhan Semesta Alam, dan termasuk kalangan orang-orang yang sholeh di era kepimpinan Al Mahdi Al Muntadhar, pemilik ilmu pengetahuan Al Quran yang menyeluruh, kitab yang menjaga dan mengesahkan kandungan Injil, Taurat dan semua kitab para utusan Allah, demikian itulah Kitabullah Al Quran yang lengkap dan menyeluruh

Kitab yang Allah utuskan kepada Nabi Muhammad -shollallaahu 'alayhi wasallam- untuk seluruh manusia dan jinn, itulah Al Quran Kitabullah yang menyeluruh dan mencakupi semua peringatan untuk kalian, dan menunjukkan pada kalian peringatan terhadap orang-orang sebelum kalian

Padanya ada pemberitaan mengenai kalian, mengenai orang-orang sebelum kalian di masa lalu, dan pemberitaan mengenai orang-orang setelah kalian pada masa depan, dan orang yang kelak Allah akan menganugerahkan padanya ilmu pengetahuan Al Quran seluruhnya, maka sungguh dia telah menjadi hamba Allah yang paling mengetahui di kalangan para hamba-Nya di langit dan di bumi, dan dia telah berjaya mendapatkan kedudukan yang tertinggi, suatu kedudukan yang tidak selayaknya dimiliki, melainkan oleh seorang hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang sholeh

Lalu Allah menjadikannya sebagai khalifah-Nya yang menyeluruh terhadap pemerintahan tiap-tiap sesuatu, kedudukan kekhalifahan ini tidak selayaknya diberikan pada dua orang hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang sholeh; bahkan tidak selayaknya diberikan kecuali untuk seorang hamba sahaja dari hamba-hamba Allah yang sholeh, sesungguhnya kekasihku, nendaku Muhammad juga berharap agar beliau menjadi hamba yang satu itu, kerana beliau adalah penutup para nabi dan rasul, sehinggalah ketika mana turunnya firman Allah Ta'ala:

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (khabiir) tentang Dia
Maha Benar Allah
[Al Furqaan:59]


Kemudian Allah mengajarkan kepada penutup para nabi dan rasul, Muhammad, bahawa dalam ilmu pengetahuan Al Kitab, ada seorang lelaki dalam umat Nabi yang lebih mengetahui tentang Ar Rahman darinya, meskipun Muhammad Rasulullah adalah penutup para nabi dan rasul, seorang nabi yang paling mulia di sisi Allah Tuhan Semesta Alam, nabi yang paling dicintai dan paling dekat dengan Allah di kalangan para nabi seluruhnya

Sehinggalah bilamana telah jelas bagi Muhammad Rasulullah, bahawa Allah telah menjadikan lelaki sholeh ini dari kalangan umatnya, dan dari keturunan Ahlul Bayt Nabi, sebagai penutup para khalifah Allah seluruhnya, dan Allah tidak menjadikan lelaki sholeh itu sebagai nabi dan tidak pula sebagai rasul, namun sebagai imam, seorang pemimpin bagi umat seluruh kerajaan malakut, termasuk alam dari cahaya (kalangan malaikat), alam dari api (kalangan jinn) dan alam dari tanah liat seperti tembikar (kalangan manusia)

Maka dari itu Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam- mencari tahu dan berbincang dengan saudaranya dan gurunya, malaikat Jibril, mengenai perkara khabiir (Al Mahdi) yang lebih mengetahui tentang Ar Rahman

Maka Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihi wasallam- mengetahui bahawa perumpamaannya dengan Al Mahdi, yang empunya ilmu pengetahuan Al Kitab, seperti hamba Allah dan rasul-Nya yang diajak bicara oleh Allah, Nabi Musa, meskipun sedemikian penghormatan untuk Musa yang diajak bicara oleh Allah, namun Allah memerintahkannya untuk pergi mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan, menjadi murid kepada seorang hamba dari hamba-hamba Allah yang sholeh

Allah memerintahkan Nabi-Nya, Musa, untuk mendengarkan dan mentaati perintah hamba Allah yang sholeh itu, kerana derajat ilmu pengetahuannya melebihi Nabi Musa, sebab itu Musa perlu mematuhi arahannya, hanya sahaja lelaki sholeh itu melihat Musa tidak mampu sabar dan bertahan bersamanya, kendatipun Musa telah dikurniakan ilmu pengetahuan oleh Allah, namun masih sedikit jika dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lelaki sholeh itu, kerana itu Musa berkata kepadanya:

"Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu pengetahuan yang telah diajarkan kepadamu?"
Maha Benar Allah
[Al Kahfi:66]


Akan tetapi lelaki sholeh itu yakin dan pasti dengan ilmu pengetahuannya, bahawa dia benar-benar lebih mengetahui dari Musa Kalimullah, kerana itu terlebih dahulu dia telah menyatakan natijah perjalanan mereka berdua dengan kepastian:

Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku. (67) Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" (68) Musa berkata: "In syaa Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun" (69)
Maha Benar Allah
[Al Kahfi]

Maka terjadilah hukum keputusan yang telah lelaki sholeh itu nyatakan sebelum memulai perjalanan:
"Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku"…


Wahai sekalian ulama umat Islam dan Nasrani, tidak sepatutnya kalian membatasi ilmu pengetahuan Allah hanya untuk para nabi dan rasul, dengan menjadikan mereka lebih mulia dari orang-orang sholeh kesemuanya, kalian membatasi ilmu pengetahuan hanya untuk para nabi dan rasul tanpa menyertakan orang-orang sholeh, yang demikian itu adalah campur tangan dalam urusan-urusan Allah

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?
Maha Benar Allah
[Az Zukhruf:32]


Bukankah Allah tidak mengutus Nabi Musa -'alayhish sholaatu wassalaam- untuk pergi menemui lelaki sholeh itu kecuali untuk mengajarkan kepada Musa dan manusia semuanya, bahawa mereka tidak layak membatasi ilmu pengetahuan Allah tertentu hanya untuk para nabi dan rasul
?
Sesungguhnya segala urusan makhluk Allah adalah dibawah kekuasaan dan wewenang-Nya, dan Allah adalah untuk semua, tidak terbatas untuk kelompok tertentu sahaja di antara kalian, bahkan untuk semua, dan hanya kepada Allah sahaja hendaklah mereka semua berlomba-lomba dan bersaing, siapa di antara mereka yang lebih dekat dan lebih dicintai oleh Allah


Penutup para nabi dan rasul, Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa sallam- adalah nabi dan rasul yang paling dicintai oleh Allah Tuhan Semesta Alam di peringkat para nabi dan rasul, sementara Al Mahdi Al Muntadhar adalah makhluk yang paling dicintai di peringkat para makhluk semua, Al Mahdi adalah yang paling mengetahui di antara mereka mengenai Kitab Allah Tuhan Semesta Alam, dia adalah penutup para khalifah Allah seluruhnya, hamba-Nya yang rendah dan hina di hadapan Allah, Ar Rahman, dan Al Mahdi adalah orang yang lebih mengetahui tentang Ar Rahman dari semua manusia


Maka dari itu Rasulullah berbincang dengan gurunya Jibril -'alayhimush sholaatu wassalaamu- mengenai perkara lelaki sholeh itu, yang lebih tahu tentang Dzat Ar Rahman dari Muhammad Rasulullah, penutup para nabi dan rasul, dan lebih tahu dari gurunya, Jibril, -'alayhish sholaatu wassalaamu-

Sehinggalah bilamana Jibril telah menjelaskan pada Nabi, mengenai hakikat keimanan lelaki sholeh yang lebih mengetahui tentang Ar Rahman, dan kenyamanan dan kelapangan dari Allah buat orang-orang yang dizalimi, orang-orang yang ditindas dan dirampas hak-hak mereka dan para fakir miskin; kasih sayang -Ar Rahmah- yang telah Allah tetapkan ke atas Diri-Nya, bahawasanya kelak lelaki sholeh itu akan datang untuk dibai'ah oleh umat Islam di rukun Yamani dekat Ka'bah, kerana dia datang dari Yaman

Sebab itu Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihi wasallam- menyampaikan berita gembira dan menjelaskan negeri tanah air lelaki sholeh itu:
Nafs Allah akan datang dari Yaman
Makna nafs Allah adalah kenyamanan, kesenangan dan kelapangan dari Allah, nafs adalah kenyamanan, kesenangan dan kelapangan untuk seluruh umat Islam


Kemudian Nabi menjelaskan kepada kalian tentang kewarganegaraannya dan derajat makrifatnya, yaitu tingkatan dan keluasaan ilmu pengetahuannya akan hakikat nama Allah yang terbesar (ism Allah Al A'dhom), yang telah Allah jadikannya sebagai hakikat dalam Dzat-Nya, Maha Luhur Allah, dan tidak akan ada yang dapat mengetahui akan nama Allah yang teragung itu kecuali Al Yamani, yang lebih mengetahui tentang Ar Rahman, dan yang demikian itu adalah makna yang dikehendaki dari hadits Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-:
Iman itu ada pada Yaman, dan hikmah kebijaksanaan ada pada Yaman


Maka kemarilah wahai sekalian ulama agama Islam dan kaum muslimin, agar aku ajarkan pada kalian hakikat nama Allah yang terbesar, dan hikmah yang tampak jelas padanya dari penciptaan kerajaan langit dan bumi, penciptaan alam dari cahaya, alam dari api dan alam dari tanah liat kering seperti tembikar

Akan tampak jelas dari nama Allah yang teragung itu, hikmah dari penciptaan tiap-tiap sesuatu yang melata di bumi, atau burung-burung yang berterbangan dengan kedua sayapnya, tidak lain kecuali berbangsa-bangsa seperti kalian, Allah telah menciptakan mereka dengan hikmah penciptaan yang sama dengan kalian

Untuk hikmah kebijaksanaan itulah Allah menciptakan kesemuanya, tampak jelas hakikatnya pada nama Allah yang terbesar, tujuan Ilahiyyah -misi Ketuhanan- dari ciptaan-Nya, yang telah menciptakan langit dan bumi, serta pemerintahan kerajaan tiap-tiap sesuatu yang hidup bernyawa, dari seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu

Maka janganlah kalian tergesa-gesa hendak mendustakan wahai sekalian ulama umat, dan tidak sepatutnya pula kalian membenarkannya, selagi aku belum buktikan pada kalian hakikat terbesar dari Al Quran ini, mengenai hakikat rahasia agung bagi nama Allah yang terbesar, mengapa Allah memberitakan pada kalian 99 nama-Nya dan tidak memberitahukan kepada kalian nama-Nya yang teragung, yang Allah simpan dalam perbendaharaan ilmu pengetahuan keghaiban di sisi-Nya

Allah menjadikan nama itu dalam Diri-Nya, sebagai suatu hakikat yang dapat diketahui oleh hamba Allah yang menyembah-Nya sebagaimana layaknya Dia disembah; hamba-Nya yang rendah dan hina di hadapan-Nya, yang mengetahui nama Allah yang terbesar dalam Dzat-Nya, Allah, Dia Maha Tinggi dari apa-apa yang mereka persekutukan, Dia Maha Luhur lagi Maha Agung


Wahai sekalian ulama agama Islam dan seluruh kaum muslimin, dari kalangan orang-orang yang mahu mengetahui nama Allah yang teragung, agar mereka dapat memohon dan meminta dengan nama itu di dunia dan di akhirat, kalian telah menyimpang dari kebenaran dan menyalahartikan nama-nama Allah, demikian itu kerana kalian menyangka bahawa nama-Nya yang teragung adalah nama yang lebih besar dari 99 nama-nama Allah
!
Padahal sesungguhnya kalian salah, Maha Suci Allah dari apa-apa yang kalian katakan, Maha Tinggi Dia lagi Maha Agung! Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata-mata, tiada sekutu bagi-Nya dalam penciptaan kalian, tidak pula dalam penciptaan langit dan bumi, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, bagi-Nya nama-nama yang indah seluruhnya

Maka serulah kalian dengan nama-nama-Nya dan janganlah kalian memisah-misahkan, nama apa sahaja yang kalian seru, Allah, atau Ar Rahman, atau nama-nama Allah yang lainnya berjumlah seratus nama, janganlah kalian menyimpang dari kebenaran dan menyalahartikan nama-nama Allah, dengan sangkaan kalian bahawa nama Allah yang teragung adalah nama-Nya yang paling besar dari nama-nama-Nya yang lain, kerana yang demikian itu adalah penyimpangan terhadap kebenaran dan menyalahartikan Dzat-Nya, adakah kalian membahagi-bahagikan Tuhan kalian menjadi beberapa bahagian? Ya Subhaanallaah, aduhai Maha Suci Allah
!
Bagaimana pula ada bagi-Nya nama yang lebih besar dari nama lain, sedangkan Dia-lah yang Maha Esa, yang Maha Tunggal satu-satunya lagi Maha Perkasa, yang menjadi tumpuan sekalian makhluk berhajat kepada-Nya, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tiada suatu apapun yang setara dengan-Nya
?

Maka kemarilah kalian, agar aku ajarkan kepada kalian akan rahasia keagungan nama Allah yang terbesar, wahai sekalian ulama umat Islam dan manusia seluruhnya, sesungguhnya nama itu adalah
AN NA'EEM
-Kenikmatan-

Kenikmatan yang manusia telah dilalaikan darinya oleh sifat loba dan tamak, dalam berlomba-lomba untuk mendapatkan harta benda, anak pinak, pangkat, pengaruh dan bermegah-megahan, padahal kenikmatan yang sesungguhnya adalah An Na'eem yang kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya;

Bahawasanya nama itu adalah hakikat keredhaan Dzat Tuhan kalian, adakah kalian menyembah Tuhan kalian dan mengabdi hanya kepada-Nya? Hakikat nama yang teragung itu tampak jelas padanya hikmah dari penciptaan kalian:
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku
Maha Benar Allah
[Adz Dzaariyaat:56]


Akan tetapi wahai sekalian para pengabdi Tuhan, mahukah kalian aku khabarkan mengapa Allah mensifati keredhaan Dzat-Nya dengan An Na'eem Al A'dhom -kenikmatan yang terbesar-? Terimalah jawaban hak dari Al Quran, yang demikian itu kerana ianya adalah:

Suatu kenikmatan yang dapat dirasakan oleh hati orang-orang yang didekatkan dari kalangan hamba-hamba Allah, mereka merasakan kenikmatan yang hebat dalam diri mereka, damai, tenang dan lapang; mereka itulah orang-orang yang berda di atas cahaya dari Tuhan mereka, sebagai cerminan dari keredhaan Dzat Tuhan mereka terhadap mereka, dan kenikmatan yang lebih besar dari kenikmatan syurga itu adalah rahmat, kegembiraan, rezeki dan kehidupan dalam hati hamba-hamba Allah yang didekatkan, kenikmatan yang lebih agung dari kenikmatan syurga, kerana itu disebut An Na'eem Al A'dhom, kenikmatan teragung

Yakni kenikmatan yang lebih besar dari nikmatnya syurga dan bidadari, sesungguhnya dunia dan akhirat adalah kerajaan yang bersifat materi dan pemilikan kebendaan, yang bervariasi kemegahan dan kehebatannya, hanya sahaja akhirat itu lebih baik dan kekal abadi selamanya, tidak seharusnya kenikmatan dunia dan akhirat itu dapat menjadi lebih besar dari nikmatnya keredhaan Dzat Allah ke atas hamba-hamba-Nya

Demikian itu adalah tambahan kenikmatan yang lebih agung dan lebih besar dari nikmatnya syurga, sebesar apapun kenikmatan syurga, maka ianya tetap sahaja kecil dan rendah jika dibandingkan dengan kenikmatan redha Dzat Allah ke atas hamba-hamba-Nya, percayalah padaku bahawa nikmat keredhaan Dzat Allah adalah nikmat yang teragung, lebih besar dari kenikmatan syurga


Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala dalam muhkam Al Quran:
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
Maha Benar Allah
[At Taubah:72]

Iya Maha Benar Tuhanku, sesungguhnya keredhaan dari Allah adalah kenikmatan yang lebih agung dan lebih besar dari kenikmatan syurga dan bidadari



Wahai sekalian orang-orang yang mencintai, yang mengadakan bagi Allah sekutu dan tandingan dengan cinta untuk bidadari dari tanah, mereka mencintai para bidadari itu seperti mereka mencintai Allah, dengan cinta yang tidak layak diadakan selain untuk-Nya, dengan membuatkan cinta itu untuk perempuan yang termasuk kalangan hamba Allah

Barangsiapa yang mencintai sesuatu lebih besar melebihi kecintaan kepada Allah, maka dia telah mempertuhankan hawa nafsunya, aku tidak dapat menyelamatkannya sedikitpun dari api neraka, demikian itu kerana mereka telah mengabdi pada selain Allah, pada berhala-berhala (para makhluk yang lemah), mereka mengabdi pada selain Allah, pada syaitan yang direjam, yang telah dilaknat oleh Allah, dan Iblis telah bersumpah untuk mengambil bahagian yang tertentu dari kalangan hamba-hamba Allah


Wahai sekalian umat Islam di setiap waktu dan tempat, ada apa dengan kalian ini, bilamana Allah memuliakan di antara hamba-hamba-Nya yang didekatkan, orang-orang yang saling bersaing dan berlomba-lomba mendapatkan keredhaan Tuhan mereka, mereka masing-masing mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat dengan Allah;

Sehingga bilamana Allah telah memuliakan sesiapa yang Dia kehendaki di antara mereka, maka kalian pula berlebih-lebihan terhadap perkara mereka itu tanpa alasan yang benar? Kalian mengabdi pada mereka supaya mereka dapat mendekatkan kalian kepada Allah dengan sedekat-dekatnya
!
Padahal kalian telah menyekutukan Allah wahai orang-orang yang melakukan seperti itu, kalian telah menyimpang dari kebenaran dan terjatuh dari jalan yang lurus, barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat jauh yang membinasakan

Oleh itu bertakwalah kalian kepada Allah, merasa takutlah kalian terhadap-Nya wahai sekalian orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan hamba-hamba-Nya yang didekatkan, aku bersumpah demi Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, bahawasanya mereka sama sekali tidak akan dapat menyelamatkan kalian dari azab seksaan Allah

Malahan kelak mereka akan mengingkari pengabdian dan penyembahan kalian kepada mereka, dan mereka akan menjadi musuh menentang kalian, mereka akan mengatakan:
"Kalian sekali-kali tidak pernah menyembah kami. (28) Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kalian, bahwa kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kalian (kepada kami). (29)
Maha Benar Allah
[Yunus]


Inilah natijah dan kesudahannya bagi orang yang menyeru sesuatu selain Allah, dia tidak akan menemukan untuknya seorang penolong maupun pembela dari selain Allah, alangkah besarnya penyesalan terhadap kebanyakan dari hamba-hamba Allah dari kalangan orang-orang yang beriman, demikian itu kerana tidaklah beriman kebanyakan mereka kecuali mereka dalam keadaan mempersekutukan Tuhan mereka dengan hamba-hamba-Nya yang didekatkan


Adakah kalian sadar wahai ulama umat, apa yang menyebabkan terjadinya penyembahan pada berhala? Ianya adalah hal berlebih-lebihan yang dilakukan oleh orang-orang yang berserah diri pada setiap waktu dan tempat, yang mana di setiap kali Allah mengutus seorang nabi untuk mengeluarkan para hamba, dari peribadatan kepada hamba ke peribadatan kepada Tuhan hamba, lantaran setelah para nabi mereka wafat, mereka berlebih-lebihan pada nabi mereka, atau pada sahabat-sahabatnya yang paling dahulu beriman, atau pada orang-orang setelah kewafatan mereka dari kalangan hamba-hamba Allah yang dimuliakan

Sehinggalah bilamana wafat seorang dari hamba Allah yang didekatkan, dari kalangan orang-orang yang semasa hidupnya mereka memiliki keramah-keramah, kehormatan dan martabat, sebagai suatu kemuliaan dari Tuhan mereka, mudah-mudahan orang-orang lain kalangan umat manusia, mengetahui keramah-keramah hamba-hamba Allah itu, agar mereka berbuat sebagaimana yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah, saling bersaing dan berlomba-lomba untuk menggapai keredhaan Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat dengan Allah

Mereka itu saling bersaing dan bersegera melakukan kebajikan dan amal-amal sholeh yang berkekalan pahalanya di sisi Allah, untuk mendapatkan kedekatan dengan-Nya, supaya Allah memuliakan mereka, mencintai mereka, mendekatkan mereka pada-Nya dan meredhai mereka

Akan tetapi sayangnya, sesungguhnya orang-orang yang berserah diri pada Allah, kaum muslimin, yang mengetahui apa yang dikehendaki oleh Allah dari hamba-hamba-Nya yang didekatkan, mereka telah membuatkan Allah eksklusif hanya semata-mata untuk orang-orang yang didekatkan, lalu mereka memuja dan mengabdi pada hamba-hamba Allah itu, supaya hamba-hamba Allah itu dapat mendekatkan mereka pada Allah dengan sedekat-dekatnya

Demikian itu adalah hakikat peribadatan menyembah berhala, mulanya terjadi dengan patung-patung untuk hamba-hamba Allah yang didekatkan di setiap zaman, hanya sahaja misteri rahasia dalam penyembahan berhala itu hilang dan lenyap dari satu generasi ke satu generasi, kemudian para nabi datang dan mempertanyakan kepada mereka mengenai misteri rahasia itu, dan tiadalah jawaban mereka selain mereka mengatakan, sesungguhnya kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu (menyembah berhala), lantas mereka tergesa-gesa mengikuti dan menuruti jejak langkah nenek moyang mereka
!

Maka lenyaplah dari mereka misteri rahasia dalam penyembahan berhala itu dari satu generasi ke satu generasi, hanya sahaja misteri rahasianya adalah berlebih-lebihan terhadap hamba-hamba Allah yang sholeh dari kalangan yang didekatkan, yang mana orang-orang yang berada di zaman hamba-hamba Allah itu, mereka menyeru dan berdoa kepada selain Allah, mereka menyeru dan berdoa meminta kepada hamba-hamba Allah itu setelah kewafatan mereka

Demikian itulah takwil yang benar bagi firman Allah Ta'ala dalam muhkam Al Quran:
Katakanlah: "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya". (56) Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. (57)
Maha Benar Allah
[Al Israa]



Wahai sekalian manusia, ada apa dengan kalian ini, kalian tidak menghargai kekuasaan Allah, tidak takut akan kebesaran-Nya, kalian tidak ingin mengagungkan Tuhan kalian dengan sebenar-benar pengagungan? Apakah setiap kali Allah memuliakan suatu kelompok di antara kalian, lantas kalian menyekutukan Tuhan kalian dengan mereka? Maka bertakwalah kalian kepada Allah, merasa takutlah kalian terhadap-Nya
!
Demi Allah, bahawasanya Al Yamani Al Muntadhar benar-benar hamba-Nya yang paling mengetahui dan yang paling mulia di seluruh kerajaan langit dan bumi, namun aku sama sekali tidak dapat menyelamatkan kalian dari azab seksaan Allah, siapakah yang dapat memberikan syafaat di sisi-Nya kecuali dengan perintah yang Maha Hidup lagi Maha Kekal selama-lamanya mentadbir dan mengurusi para makhluk-Nya
?
Ataukah kalian ini menyangka bahawa orang-orang yang bertakwa mampu berbicara dengan Allah, diberi kuasa untuk berkata-kata dengan-Nya lalu memberikan syafaat mereka untuk kalian? Maha Suci Allah
!
Bahkan Jibril dan para malaikat sekalipun tidak mampu berbicara dengan Allah, melainkan sesiapa yang diizinkan oleh Ar Rahman, Tuhan yang Maha Pemurah, dan dia hanya mengatakan yang benar, ataukah kalian ini tidak membaca firman Allah yang hak:

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (31) (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, (32) dan gadis-gadis remaja yang sebaya,(33) dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).(34) Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta. (35) Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak, (36) Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. (37)
Maha Benar Allah
[An Naba]


Adakah kalian temukan dalam ayat muhkamat yang jelas lagi menjelaskan ini, bahawa mereka yang bertakwa itu diberi kuasa oleh Allah untuk berbicara dengan-Nya, dan dari-Nya jawaban untuk menerima syafaat? Maha Suci Allah
!
Bahkan milik Allah-lah seluruh syafaat, siapakah yang lebih pengasih dari yang Maha Pengasih, yang paling pengasih dari sekalian yang mengasihani, sehingga dia berani meminta syafaat di hadapan Ar Rahman? Adakah Al Masih Isa Putra Maryam berani untuk memberi syafaat kepada umat Nasrani yang berlebih-lebihan pada Isa Putra Maryam dan ibunya secara tidak benar
?
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (116) Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (117) Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (118) Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka
Maha Benar Allah
[Al Maaidah]

Adakah Putra Maryam berani untuk memberikan syafaat kepada umatnya? Bahkan Isa mengembalikan hak syafaat itu kepada Allah, pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah kecuali dengan izin-Nya?
Maha Benar Allah
[Al Baqarah:255]


Demikian juga para malaikat Ar Rahman, adakah mereka dapat berbicara dengan Tuhan buat memintakan syafaat bagi seseorang? Aduhai Maha Suci Allah! Tidak.. demi Allah, seandainya ada sesiapa antara mereka yang berani, nescaya Allah menghancurkannya dalam neraka Jahannam, lalu bagaimana pula menurut kalian dengan mereka yang lebih rendah dari para malaikat
?
Allah Ta'ala berfirman:
Pada hari ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. (38) Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. (39) Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". (40)
Maha Benar Allah
[An Naba]


Wahai sekalian kaum muslimin, adakah kalian mahu berlebih-lebihan terhadap Muhammad Rasulullah secara tidak benar, bahawa Nabi berani memberikan syafaat di hadapan Allah buat mensyafaati umatnya? Aduhai Maha Suci Allah
!
Bukankah Allah mengutus Muhammad, hamba-Nya dan rasul-Nya, tidak lain kecuali untuk memperingatkan umat manusia agar mereka takut kepada Tuhan mereka, bahawa tidak ada bagi mereka seorangpun pelindung maupun pemberi syafaat dari selain Allah, mudah-mudahan mereka bertakwa kepada-Nya
?
Allah Ta'ala berfirman:
Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa'atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa. (51)
Maha Benar Allah
[Al An'aam]


Tidak ada bagi Muhammad Rasulullah campur tangan sedikitpun dari urusan syafaat, tidak juga bagi selainnya dari kalangan para nabi, ianya bukanlah urusan mereka sama sekali, kerana itu Allah menjelaskan dalam Al Quran bahawa syafaat bukan urusan Muhammad Rasulullah, tidak ada sedikitpun campur tangan dari urusan syafaat itu baginya

Allah Ta'ala berfirman:
Untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa. (127) Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. (128) Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (129)
Maha Benar Allah
[Ali 'Imran]


Wahai sekalian manusia, adakah kalian tahu mengapa mereka tidak berani untuk memberikan syafaat melainkan dengan perintah dari Allah untuk mensyafaati? Demikian itu kerana Allah adalah yang Maha Pengasih, Dia yang paling pengasih dari sekalian yang mengasihani, sekiranya mereka berani memberikan syafaat, maka seolah-olah mereka lebih pengasih dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, kerana itu tidak layak buat mereka

Demikian itu kerana Allah-lah yang Maha Pengasih, yang paling mengasihi dari sekalian yang mengasihani, aduhai betapa aku heran dengan orang-orang yang mencari dan memohon rahmat kasih sayang dari para pemberi syafaat, meminta dari mereka yang lebih rendah rahmat kasih sayangnya dari Allah
!
Itu kerana mereka tidak tahu bahawa Allah adalah yang Maha Pengasih, Dia-lah yang paling pengasih dari sekalian yang mengasihani di langit dan di bumi, tidak layak ada sesiapa yang lebih mengasihani dari Allah, dan tidaklah berputus asa dari rahmat-Nya kecuali orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri


Wahai sekalian ulama umat, hendaklah kalian menyadari dan memperhatikan mukjizat keajaiban yang terbesar ini, yang telah Allah jadikannya sebagai bukti Al Mahdi Al Muntadhar, Khalifah Allah untuk manusia, di Makkah adalah lokasi pusat dunia dan pusat bumi, dengan pusat alam semesta yang besar ini adalah bumi, planet (kaukab) air, dan pada airlah terdapatnya rahasia kehidupan, tiada penghidupan bagi sesuatu yang hidup tanpa adanya air


Wahai sekalian umat Islam, percayalah padaku dan benarkanlah firman Allah, demikian itu bahawasanya Allah menyatakan dalam Al Quran, sesungguhnya pusat alam semesta dan induknya -yang dari situ terpisahnya seluruh semesta yang luas ini- adalah planet bumi ini yang padanya terdapat air dan kehidupan, sebelum Allah menciptakan tujuh langit dan tujuh bumi, singgahsana-Nya (arasy kerajaan malakut) semesta adalah di atas bumi kalian ini, induk alam semesta yang darinya semesta ini terpencar, yang demikian itu adalah takwil yang hak bagi firman Allah Ta'ala:
dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air
[Hud: 7]

Yakni, planet yang padanya terdapat air dan dari air Allah menjadikan tiap-tiap sesuatu yang hidup, Allah Ta'ala berfirman:
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman
?

Maha Benar Allah
[Al Anbiya: 30]


Wahai sekalian ulama astronomi, sesungguhnya Allah berfirman dalam Al Quran menyatakan, bahawa setelah bumi induk yang kalian diami ini ada tujuh bumi tanpa syak dan ragu lagi, adapun bumi kita ini, maka ianya adalah bumi induk yang darinya terpisah tujuh langit dan tujuh bumi setelahnya, sungguh kami ini orang-orang yang benar

Allah telah berfirman menyatakan bahawa seandainya Allah menjadikan air lautan di bumi sebagai tinta buat menulis kalimah-kalimah-Nya, nescaya habis lautan sebelum selesai kalimah-kalimah Tuhanku, walaupun Allah mendatangkan tambahan sebanyak itu

Kemudian pada ayat lain Allah menyatakan lagi pada kalian, bahawa seandainya Allah menjadikan pohon-pohon di bumi sebagai pena dan air lautan sebagai tintanya, lalu ditambahkan lagi tujuh lautan sesudahnya, nescaya tidak akan habis-habisnya kalimah Allah, maka perhatikanlah ayat ini wahai sekalian ulama umat:
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena
Maha Benar Allah
[Luqman:28]


Yakni seluruh pepohonan yang berada di muka bumi, seandainya Allah menjadikannya sebagai pena untuk menulis kalimah-kalimah-Nya, dan air lautan sebagai tintanya, ditambahkan lagi dengan tujuh lautan, yakni setelah habis lautan bumi ini -kerana ayat ini menyatakan semua pepohonan di atas bumi-, seandainya Allah menjadikannya sebagai pena buat menulis kalimah-kalimah-Nya, lalu firman-Nya:
dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya sesudah (habis)nya


Yaitu air lautan di muka bumi ini, ditambahkan kepadanya sesudahnya, yakni setelah bumi ini yang padanya terdapat lautan dan manusia, lalu ditambahkan lagi dengan tujuh lautan setelah bumi, yakni ditambahkan lagi dengan seluruh lautan dari tujuh bumi setelah bumi ini, yaitu tujuh planet setelah bumi dengan tujuh lautannya: nescaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah, yakni nescaya habis seluruh tinta lautan itu sebelum selesai dituliskan kalimah-kalimah Allah


Wahai sekalian ulama falak, sesungguhnya Allah menyatakan bahawa setelah bumi induk ini ada tujuh bumi dan itulah bumi yang tujuh, adapun bumi yang kalian diami ini maka ianya adalah bumi induk, yang darinya terpisah tujuh langit dan tujuh bumi, dan tujuh bumi itu berada setelah bumi induk ini, ianya tidak rapat dan bertaut pada bumi yang induk namun terpisah di ruang angkasa setelahnya sementara tujuh langit berada dari atasnya dan mengelilingi bumi dari setiap arah, pusat daya tarikan graviti adalah di bumi kalian yang menjadi induk alam semesta yang luas ini; demikian itu kerana bumi ini adalah induk

Bahkan matahari berputar sekitar bumi yakni sekitar pusat daya tarikan graviti alam semesta, Allah menyatakan dalam Al Quran bahawa seandainya tanpa rahmat-Nya, nescaya tujuh langit beserta bintang-bintangnya jatuh atas pusat daya tarikan graviti semesta di atas bumi induk ini, dan sesungguhnya ia adalah dengan apa yang mereka namakannya sebagai Kaukab Neutron, adapun Al Quran menyebutnya
Ar Ritq (padu/menyatu) yakni pusat keseluruhannya, lokasi terkumpulnya kestabilan bagi matahari, bulan, seluruh planet dan bintang-bintang

Begitu juga Al Quran menyebutnya
As Saa'ah, itu kerana As Saa'ah bermula dari dasarnya dan ianya (Kiamat) hampir terjadi dan telah bersiap-siap untuk melaksanakan perintah wahyu Ketuhanan, tatkala diwahyukan padanya untuk terjadi, Allah Ta'ala berfirman:
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan As Saa'ah itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)
Maha Benar Allah
[Al Hajj:1]


Apakah dia As Saa'ah, yang bergoncang kerana melaksanakan perintah wahyu Tuhan tatkala diperintahkan padanya agar ianya menjadi jelas bagi kalian, sesungguhnya As Sa'aah itu di dalam bumi (planet induk) kalian ini, sesungguhnya ia telah siap sedia buat menjalankan perintah Allah, kegoncangan As Saa'ah, yakni bumi As Saa'ah, Allah Ta'ala berfirman:

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), (1) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, (2) dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", (3) pada hari itu bumi menceritakan beritanya, (4) karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. (5) Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, (6) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (7) Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (8)
Maha Benar Allah
[Az Zalzalah]


Bumi ini adalah As Saa'ah, dan As Saa'ah itu akan mendatangi secara tiba-tiba dari dalam bumi, maka tiadalah orang-orang kafir berdaya untuk menolaknya, muka-muka mereka akan dibakar api, demikian itu kerana bumi ini akan meletuskan gunung-gunung berapinya di setiap jengkal atas permukaan bumi, dan gunung-ganang dihancurkan sehancur-hancurnya


Wahai sekalian ulama umat, adakah kalian mempercayai bahawa pusat alam semesta dan pusat tujuh langit dan tujuh bumi adalah bumi kalian yang padu dan induk ini, ianya merupakan pusat alam semesta yang besar, dan tujuh langit berada di sekitarnya bertingkat-tingkat, serta terdapat tujuh bumi bertingkat-tingkat pula setelah bumi ini, yang merupakan bumi induk, planet air
?
Dan adalah singgasana-Nya (sebelum ini) di atas air
Maha Benar Allah
[Hud:7]


Dan ke bumi air inilah tujuh langit dan tujuh bumi setelahnya dikumpulkan, andai ulama falak melihatnya, nescaya mereka benar-benar menemukan bahawa setelah bumi ini ada tujuh planet terestrial, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar, bahawasanya Allah telah meletakkan bumi sebagai pengukur (mizan) bagi alam semesta yang besar ini, itulah bumi yang telah Allah bentangkannya untuk makhluk, ianya merupakan pusat alam semesta yang besar ini


Ataukah kalian tidak mempercayai wahai umat Islam, akan kebenaran yang telah diwahyukan dalam firman Allah Ta'ala:
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (12)
Maha Benar Allah
[Ath Tholaaq]


Takwil ayat ini akan kalian lihat kebenarannya berdasarkan fakta sebenar, dengan ilmu pengetahuan dan logika fizika dan matematika, demikian itu kerana "perintah" dalam ayat tersebut adalah Al Quran yang diwahyukan kepada Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- di bumi kalian ini pusat alam semesta, dan bumi kalian berada di antara tujuh langit dan tujuh bumi

Kerana itu kelak kalian akan mendapati setelah bumi kalian ini, yang menjadi tempat diturunkannya Al Quran, kelak kalian akan dapati setelahnya ada tujuh bumi, begitu juga tujuh langit mengelilinginya dari setiap sisi, lalu Allah menahan tujuh langit dan tujuh bumi dari jatuh ke bumi induk yang telah Allah jadikannya sebagai pusat daya tarikan gravity alam semesta

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dan Allah menahan (objek-objek) langit dari jatuh ke bumi
[QS 22: 65]

Demikian juga firman Allah Ta'ala:
Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap
Maha Benar Allah
[QS35:41]

Yakni Allah menahan tujuh langit dan kesemua yang mengelilingi kalian, begitu juga tujuh bumi yang berada di bawah bumi kalian supaya tidak berakhir dan dan tidak lenyap pada kalian


Jika demikian wahai umat Islam, sesungguhnya firman Allah jelas dan terang menyatakan bahawa setelah bumi kalian ini ada tujuh bumi, tanpa syak dan ragu lagi, bahawa bumi kalian adalah induk yang darinya terbelah dan terpisahnya tujuh langit dan tujuh bumi

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman
?
Maha Benar Allah
[Al Anbiya 30]


Allah menahan seluruh langit dari berjatuhan ke bumi, demikian itu kerana pusat daya tarikan graviti alam semesta berada di bumi induk ini, dan Allah -Maha Suci Dia- menahan tujuh langit dan semua yang ada padanya, menahan tujuh bumi dan semua yang ada padanya, dari berakhir dan lenyap menimpa bumi induk ini, yang darinya terpisah dan terpencarnya alam semesta yang besar ini

Bukankah hakikat kebenaran yang besar ini cukup buat kalian, bahawa aku telah menjelaskan kepada kalian dari Al Quran mengenai pusat alam semesta, itulah petanda dari Allah supaya kalian tahu aku adalah khalifah Allah, agar kalian tahu bahawa Allah Maha Berkuasa atas tiap-tiap sesuatu dan ilmu pengetahuan Allah benar-benar meliputi semua perkara, ayat ini telah Allah jadikannya sebagai mukjizat tantangan buat Al Yamani Al Muntadhar

Maka perhatikanlah oleh kalian akan takwilanku yang hak berdasarkan fakta sebenar 1+1=2, dan ini adalah petanda dari Allah supaya kalian tahu bahawasanya Allah Maha Menguasai semua perkara, bahawasanya ilmu pengetahuan Allah Maha Meliputi segala sesuatu, dan supaya kalian tahu bahawa Al Yamani Al Muntadhar benar-benar Al Mahdi yang dinanti, dan sungguh kami ini telah menjelaskan pada kalian mengenai pusat alam semesta

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu (12)
Maha Benar Allah
[Ath Tholaaq]


Tidakkah kalian mahu mengumumkan perkaraku dan mendeklarasikan urusanku ini wahai sekalian pembesar ulama di Kerajaan Arab Saudi, demikian itu agar aku dapat memunculkan diri di dekat rukun Yamani (Baitullah)? Ataukah kalian mahu aku berbuat sebagaimana yang dilakukan oleh Juhaiman, yang telah memunculkan diri untuk dibai'ah sebelum berdialog dengan ilmu pengetahuan dan logika
?
Demikian itu adalah suatu perkara yang tidak masuk akal, tidak layak bagi Al Mahdi Al Muntadhar untuk memunculkan dirinya di sisi Ka'bah buat dibai'ah sebelum diterima urusannya dan diyakini ilmu pengetahuannya, dan internet antarabangsa ini di atas takdir ketentuan dari Allah, supaya aku dapat berbicara pada kalian dari tempat yang tidak tampak, lalu aku memunculkan diri pada kalian setelah kalian mempercayai urusanku, Allah tidak akan mengazab manusia sekiranya mereka mempercayai urusanku, dan sekiranya mereka mengingkarinya maka pasti kelak azab seksaan dari Allah menimpa mereka


Demikian itulah sebagaimana yang telah aku beritahukan kepada kalian, bahawasanya tujuh bumi berada di bawah bumi kalian ini, induk bagi alam semesta yang besar ini, dan aku ingin memberitahukan kepada kalian bahawa kaukab Sijjil telah mendekat, apakah kaukab Sijjil itu
?
Jawabannya: Ia adalah yang paling rendah dari tujuh bumi dan sama sekali yang paling jauh, sesungguhnya kaukab Sijjil telah melintas di zaman Nabi Ibrahim -'alayhish sholaatu wassalaamu-, dan dengannya Allah menghancurkan kaum Luth dan Ibrahim, ianya menghujani mereka dengan batu-batu yang ditandai oleh Allah secara bertubi-tubi yang disediakan dari tanah terbakar dari kaukab Sijjil

Kaukab Sijjil itu menghujani mereka dengan bebatuan yang telah ditandai oleh Allah lalu menghancurkan mereka semua, demikian itu adalah takwil yang hak:
Kami jadikan bumi yang atas itu bumi yang bawah, dan Kami hujani bumi dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi (82) Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. (83)
Maha Benar Allah
[Hud]


Maksud dari firman Allah Ta'ala:
Kami jadikan bumi yang atas itu bumi yang bawah
Yakni Allah menjadikan atas bumi yang induk ini ada bumi yang paling bawah dari tujuh bumi, lalu ia menghujani mereka dengan bebatuan, mereka dihujani dengan azab seksaan yang buruk, dan tidaklah bumi itu jauh dari orang-orang yang zalim, ianya semakin menghampiri dan sangat dekat


Wahai sekalian ulama umat, sesungguhnya aku tidak membuktikan pada kalian dengan lafaz Al Quran semata-mata, namun dengan menerapkan takwilanku berdasarkan kenyataan sesungguhnya, tentu sahaja kelak kalian akan temukan ianya nyata dan benar tidak diragukan bagai 1+1=2, bukankah telah jelas bagi kalian bahawa ianya benar
?
Maka umumkanlah perkaraku ini pada seluruh dunia, salam ke atas mereka yang mengikuti orang yang menunjukkan dan membimbing ke jalan yang lurus

Khalifah Allah dan hamba-Nya yang rendah diri pada-Nya, pembela Muhammad -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam- Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
_____________



Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani
2016 مـ
ــــــــــــــــــــــــ


Al Yamani Al Muntadhar mengumumkan mengenai hari kemenangan dan kemunculan, para hari haji akbar, Hari Raya Haji yang terbesar..


Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, dari Al Yamani Al Muntadhar, khalifah Allah untuk manusia, imam yang kedua belas dari Ahlul Bayt yang suci, pembela Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihi wasallam- Nasser Mohammed Al Yamani, kepada semua manusia, salam sejahtera ke atas mereka yang mengikuti orang yang menunjukkan dan membimbing ke jalan yang lurus, selanjutnya..


Wahai sekalian manusia, sesungguhnya dunia kalian telah berakhir, akhirat kalian telah datang, sungguh telah dekat hari kalian akan diperhitungkan, sementara kalian masih dalam kelalaian berpaling, kalian tidak meyakini ayat-ayat Allah, tanda-tanda kekuasaan-Nya, aku tidak bicara pada kalian dengan persangkaan, yang tidak berguna sama sekali untuk mendapatkan kebenaran, namun aku bicara pada kalian dengan ilmu pengetahuan, dengan dalil hujjah menggunakan logika Al Quran ini

Jika kalian berpendapat aku ini sesat, wahai sekalian ulama umat Islam, maka kalian tidak boleh berdiam diri, namun sekiranya kalian mendapati aku ini berada di atas petunjuk dan cahaya dari Tuhanku, maka tidak sepatutnya juga kalian senyap

Oleh itu berhiwarlah kalian denganku, di skrin monitor antarabangsa untuk hiwar di muka dunia, kelak kami akan buatkan orang-orang yang berpengetahuan dari dunia internet sebagai saksi antara kita, lalu mereka lihat siapa yang benar-benar telah dianugerahkan oleh Allah ilmu pengetahuan dan logika mantiq dengan dalil dan bukti yang jelas lagi menjelaskan dari Al Quran

Pembenaran terhadap firman Allah:
dan supaya Kami menjelaskan Al Quran itu kepada orang-orang yang mengetahui
Maha Benar Allah
[Al An'aam:105]


Sesungguhnya aku telah mengumumkan kepada dunia dalam sistem internet antarabangsa, mengenai pengakhiran dunia yang pertamanya, dan terbit matahari dari arah barat tempat terbenamnya, lalu sebahagian mereka menyangka aku ini berani mengatakan perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah

Maka untuk kalian jawaban yang hak, sudah selayaknya aku tidak mengatakan terhadap Allah melainkan yang hak, dengan ilmu pengetahuan dan logika dari firman Allah, yang Maha Mengetahui segala keghaiban, tiada sesiapapun yang mengetahui perkara ghaib di langit dan di bumi kecuali Allah, Maha Suci Dia lagi Maha Tinggi, Dia Maha Luhur lagi Maha Agung
!
Tidak sepatutnya kalian membenarkanku, selagimana aku tidak menghujjah kalian dengan ilmu pengetahuan, petunjuk dan dengan Kitab yang menerangkan, aku tidak terima bantahan orang-orang yang menghujjahku, tanpa didasari dengan ilmu pengetahuan, tidak dengan petunjuk dan tidak pula dengan Kitab yang menerangkan

Aku bersaksikan Allah, para malaikat-Nya dan seluruh orang sholeh dari kalangan hamba-hamba Allah, bahawasanya aku cabar dan tantang seluruh ulama agama samawi, yang berbeza-beza kelompok mereka dan mazhab mereka, bukan tantangan dengan keangkuhan, bahkan dengan keyakinan dan kepercayaan pada perkara yang telah Allah ajarkan kepadaku, mengenai takwil dari hakikat-hakikat kebenaran ayat-ayat dalam Al Quran, yang menyeluruh dan mencakupi ajaran utama kitab-kitab semua nabi dan rasul

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
(Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku
Maha Benar Allah
[Al Anbiyaa:24]


Allah telah menjadikan kitab suci-Nya sebagai bacaan (Quran), yang dibaca dengan bahasa arab yang fasih dan terang nyata, Risalah Allah yang lengkap dan menyeluruh kepada dua golongan, seluruh makhluk dari alam manusia dan jinn

Maka Allah menjadikan Al Quran sebagai katalog-Nya, yang Maha Menciptakan lagi Maha Bijaksana, Allah-lah yang menyempurnakan segala ciptaan-Nya, bukankah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui segala-galanya, sedang Dia Maha Halus dalam mengurusi dan mentadbir segalanya lagi Maha Mengetahui
?
Sesungguhnya aku hanya berhujjah dengan kalian dari kalam Allah:
Dan siapakah yang lebih benar perkataan(nya) dari Allah
?
[An Nisaa:87]
Maka dengan perkataan mana lagi setelah Al Quran ini kalian akan percaya
?

Sebagaimana yang telah aku ulangi untuk kalian kata-kataku sebelum ini, aku cabar dan tantang dengan ilmu pengetahuan dan logika Al Quran, yang ilmiah, tepat lagi akurat seperti ilmu matematika dan fisika, bahawa 1 + 1 = 2, maka aku perlihatkan pada kalian akan hakikat-hakikat dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian, dengan ilmu pengetahuan dan logika yang hak dalam kenyataan sebenar

Demikian itu agar orang-orang yang telah diberi ilmu pengetahuan, akan mendapati ianya benar dalam kenyataan yang sesungguhnya, dengan ilmu pengetahuan logika fisika, pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan mendapati, bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji
Maha Benar Allah
[Saba:6]


Demikian juga sebagai pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
dan supaya Kami menjelaskan Al Quran itu kepada orang-orang yang mengetahui
Maha Benar Allah
[Al An'aam:105]


Ayat ini memberikan khabar gembira untuk kalian dengan seorang imam (Al Mahdi), yang kelak Allah anugerahkan padanya ilmu pengetahuan Al Quran, bukan sebahagian dari Al Quran, demikian itu agar dia menjelaskan kepada umat manusia dengan ilmu pengetahuan dan logika berdasarkan kenyataan yang sebenar

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar
Maha Benar Allah
[Fushshilat:53]


Allah tidak memerintahkanku untuk berjihad terhadap kalian dengan mata pedang dan senjata; namun Allah telah mempersenjataiku dengan ilmu pengetahuan dan dalil hujjah dari Al Quran, barangsiapa yang mahu percaya maka dipersilakan, dan barangsiapa yang mahu mengingkari maka dipersilakan, jika kalian enggan dan menolak, maka Allah akan memenangkanku dan menzahirkanku pada suatu malam, sedang kalian termasuk orang-orang yang rendah


Pertamanya aku undang kalian ke meja bundar hiwar, aku ajarkan kalian mengenai bidang ilmu pengetahuan perubatan, yang demikian itu, supaya aku jelaskan pada kalian suatu petanda dari diri kalian sendiri, sedang kalian masih berada dalam perut ibu kalian

Sesungguhnya Allah telah menopang dan mengokohkan untuk kalian dengan ilmu pengetahuan buat mengetahui janin, adakah Allah menjadikannya seorang lelaki ataupun perempuan, sebelum ibunya melahirkannya. maka kami akan memberitahukan kepada kalian wahai sekalian ilmuwan perubatan, sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Al Quran, menyatakan bahawa janin itu tidak akan jelas bagi kalian, sama ada dia lelaki atau perempuan, melainkan setelah berlalunya empat bulan yang lengkap dan sempurna

Baru kemudian setelah itu akan jelas bagi kalian, bahawa janin itu lelaki atau perempuan,
sekiranya janin itu lelaki, maka tempoh kehamilan dan tempoh menyapihnya yakni menceraikan susunya adalah selama tigapuluh bulan.

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan
Maha Benar Allah
[Al Ahqaaf:15]


Demikian juga firman Allah Ta'ala:
dan menyapihnya dalam dua tahun
Maha Benar Allah
[Luqman:14]


Adapun tigapuluh bulan, maka tempohnya adalah dua tahun setengah, adapun yang dua tahun itu, maka ianya adalah tempoh menyapihnya, pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala: dan menyapihnya dalam dua tahun, maka dari itu tersisa enam bulan, akan tetapi kita tahu, bahawa perempuan yang hamil itu tidak melahirkan kandungannya dalam tempoh enam bulan, namun dalam tempoh sembilan bulan

Maka di sinilah terdapatnya keajaiban Al Quran, sebagai tanda pembenaran bagi Al Quran ini, bahawa ianya benar-benar diwahyukan dan diterima oleh seorang Nabi yang ummi, dari sisi yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui, ianya benar-benar dari sisi Allah yang telah menciptakan kalian, bukankah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui segala-galanya, sedang Dia Maha Halus dalam mengurusi dan mentadbir segalanya lagi Maha Mengetahui
?

Maka kemarilah kalian wahai sekalian ilmuwan perubatan, aku akan jelaskan pada kalian takwil yang hak bagi ayat ini, kelak kalian akan mendapati tawilannya benar-benar dengan ilmu pengetahuan dan logika, berdasarkan kenyataan yang sesungguhnya bagi kaum yang mengetahui, di antara mereka adalah para ilmuwan bidang kedoktoran

Mengapa Allah berfirman ketika menyatakan mengenai lelaki, Dia menyatakan bahawa mengandungkannya adalah selama enam bulan, dengan mengecualikan tiga bulan pertama kehamilan
?
Demikian itu kerana si janin belum jelas lagi bagi kalian wahai sekalian doktor, adakah ia janin lelaki atau perempuan, meskipun telah berlalu tempoh kehamilan selama tiga bulan, akan tetapi tidak seharusnya menjadi jelas bagi ahli ilmu pengetahuan, sama ada janin lelaki atau perempuan, kecuali dari permulaan masuknya bulan yang keempat

Setelah berakhirnya bulan yang keempat, organ kelamin janin akan sempurna, maka akan menjadi jelas janin itu lelaki atau perempuan di hadapan ahli ilmu pengetahuan, tanpa syak dan ragu lagi sekiranya janin itu lelaki, dan sekiranya tidak jelas maka ianya perempuan

Sekiranya janin itu lelaki, dan Allah menyatakan tempoh kehamilan dan tempoh menyapihnya yakni menceraikan susunya adalah selama tigapuluh bulan, maka yang demikian itu adalah dari detik klarifikasi oleh para ilmuwan kedoktoran, bahawa janin itu lelaki sementara ia masih berada dalam perut ibunya

Oleh kerana firman Allah sangat benar dan akurat, dan ayat itu menyatakan tentang lelaki, bahawa tempoh kehamilan dan tempoh menyapihnya adalah tigapuluh bulan, kerana itu tidak disebutkan tiga bulan yang pertama, sebab ayat itu menyatakan tentang janin setelah ditentukan jenis kelaminnya, lelaki atau perempuan, yang mana pada tiga bulan yang pertama belum jelas bagi ahli ilmu pengetahuan adakah janin itu lelaki atau perempuan, mungkin sahaja setelah itu perempuan ketika masuk bulan yang keempat

Akan tetapi ayat ini menyatakan mengenai janin lelaki, tempoh kehamilan dan tempoh menyapihnya selama tigabulan, yang demikian itu adalah dari detik mulanya terbentuk organ kelamin ketika masuk bulan yang keempat, maka perhatikanlah wahai sekalian ilmuwan kedoktoran akan rahasia ilmiah ini dalam Al Quran, kalam Allah Ar Rahman yang menciptakan manusia:
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan
?
Maha Benar Allah
[Ar Rahman:13]


Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah (6) Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, (7) dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. (8)
Maha Benar Allah
[Al Infithaar]


Oleh itu sekarang, kita alihkan hiwar kita dengan kelompok lain dari kalangan ahli ilmu pengetahuan, yaitu para ilmuwan astronomi, para ulama falak, setelah kami menjelaskan kepada ulama perubatan suatu petanda dari diri kalian, supaya kalian tahu bahawasanya Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- benar-benar menerima Al Quran ini dari sisi Allah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui, adakah kalian semua beriman? Tanda-tanda kekuasaan Allah yang mana lagi yang kalian ingkari wahai sekalian orang-orang kafir
?

Kepada kelompok yang lain dari ahli meja bundar hiwar, dari kalangan ahli ilmu pengetahuan yaitu para ilmuwan astronomi, wahai sekalian ulama falak, sesungguhnya tidak datang era kemunculan Al Yamani Al Muntadhar sehinggalah kalian dapat menemukan planet kesepuluh, yang kalian namakan Nibiru,kerana yang demikian itu mengokohkan dan memperkuat keajaiban Al Yamani Al Muntadhar, khalifah Allah untuk manusia

Supaya aku menjelaskan kepada kalian mengenai hakikat perkara yang ada pada firman Allah Ta'ala:
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku di antaranya, agar kalian mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu
Maha Benar Allah
[Ath Tholaaq]


Maka kemarilah wahai sekalian ulama falak, agar aku jelaskan pada kalian mengenai ayat yang mulia ini, Allah Ta'ala berfirman:
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudahnya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah
Maha Benar Allah
[Luqman:27]


Ayat ini menyatakan tentang qudrah kekuasaan Allah, bahawasanya qudrah kekuasaan-Nya tidak ada batasnya, qudrah kekuasaan Allah itu mutlak tidak terbatas, ini bukanlah tajuk hiwar; namun supaya aku ajarkan kepada kalian mengenai takwil batin yang tersirat bagi ayat yang mulia ini, yang menyatakan bahawa setelah bumi ini yang di atasnya ada lautan, pepohonan dan manusia, bahawa setelahnya ada tujuh bumi tanpa syak dan ragu lagi

Kalian dapat memahami yang demikian itu melalui firman Allah Ta'ala:
dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudahnya, maka kami katakan bahawasanya ayat ini menyatakan tentang bumi yang dihuni manusia ini, yang mengandungi lautan dan pepohonan, firman Allah Ta'ala: Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudahnya, yakni setelah bumi yang mengandungi lautan dan pepohonan

Pasti kalian tahu bahawa seluruh bumi adalah lautan kecuali 1/4 darinya daratan, demikian juga yang 1/4 daratan itu ada tasik-tasik dan sungai-sungai yang masuk menyelanya, Allah Ta'ala berfirman:
dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudahnya, yakni setelah bumi ini yang mengandungi lautan dan pepohonan, lalu ditambahkan lagi padanya setelah bumi itu sebanyak tujuh lautan

Akan tetapi wahai kaumku, tidak boleh tidak, pastilah bagi tujuh lautan itu ada tujuh bumi pula, yang mengandungi tujuh lautan seperti lautan bumi yang besar ini, jika demikian, Allah menyatakan bahawa setelah bumi kalian ini ada tujuh bumi, dan yang paling bawah darinya dan yang paling jauh secara mutlak adalah bumi Sijjil, yang dengannya kelak Allah akan memenangkanku dan menzahirkanku kepada seluruh dunia pada suatu malam

Apakah bumi Sijjil itu? Sesungguhnya ia adalah planet kesepuluh yang kalian namakan
Nibiru, itulah Kaukab Sijjil yang dinyatakan dalam Al Quran, ianya adalah yang paling bawah dari tujuh bumi, yang dengannya Allah hancurkan kaum Nabi Luth -'alayhis salaam-, kerana itu Allah berfirman:
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan bumi yang atas itu bumi yang bawah
Maha Benar Allah
[Hud:82]

Demikian itu kerana Allah membuatkan yang paling bawah dari tujuh bumi, yaitu Kaukab Sijjil, Allah menjadikannya dalam ketetapan yang telah ditentukan, berada di atas bumi ini, yang padanya ada kaum Nabi Luth dan orang-orang kafir,
lantas Sijjil itu menghujani mereka dengan bebatuan keras seperti kaca, itulah gambar timbul (relief) Kaukab Sijjil yang memiliki bebatuan yang telah diberi tanda oleh Allah, tidaklah azab seksaan itu jauh dari orang-orang yang zalim


Adalah suatu keharusan bilangan putarannya bersamaan dengan bilangan putaran gerhana matahari pada hari Jumaat permulaan Ramadhan secara falak tahun 1427H, yang mana padanya telah terjadi ijtima matahari dan bulan setelah kelahiran anak bulan, matahari bertemu dengan bulan sedang ia berupa hilal, akan tetapi kebanyakan kalian ragu-ragu akan kebenarannya, kalian mengingkari urusanku tanpa ilmu pengetahuan, tidak dengan petunjuk dan tidak pula dengan Kitab yang menerangkan


Wahai sekalian umat manusia, sesungguhnya Kaukab Sijjil adalah yang paling bawah dari tujuh bumi, kerana itu Allah Ta'ala berfirman: Kami jadikan bumi yang atas itu bumi yang bawah, yang demikian itu adalah untuk menghujani mereka dengan bebatuan dari Sijjil dengan bertalu-talu

Bebatuan telah dipersiapkan untuk menembusi lapisan atmosfera bumi agar dapat mencapai permukaan bumi, sebelum ianya dihancurkan oleh lapisan atmosfera bumi, yang melindungi kalian dari bebatuan ruang angkasa, ianya adalah bebatuan dari tanah keras seperti kaca, yang memenuhi bebatuan yang berkaca ini

Kaca itu mampu menanggung pergeseran dengan lapisan atmosfera bumi kalian, kerana itu Allah Ta'ala berfirman:
yang telah diberi tanda, yakni bebatuan itu dapat menanggung pergeseran dengan atmosfera bumi yang telah Allah jadikannya sebagai pelindung buat kalian, itu bukan bermakna kalian boleh merasa aman dari azab seksaan dan balasan dari Allah

Kerana Kaukab Sijjil akan menantang bumi dengan menembusinya dengan bebatuan Sijjil yang diberi tanda oleh Allah, yang dipersiapkan untuk menembusi lapisan atmosfera kalian, Allah membuatkannya dapat melawan pertahanan lapisan atmosfera bumi, yang melindungi kalian dan bumi kalian

Lapisan atmosfera itulah yang memusnahkan meteor-meteor yang menembusinya dan merubah meteor-meteor itu menjadi abu, kerana meteor-meteor yang menembusinya terbakar dan tidak sampai pada kalian, dan kalian dapat melihat yang demikian itu dengan mata kasar (tahi bintang), bebatuan angkasa itu tidak sampai pada kalian

Akan tetapi Sijjil telah Allah persiapkannya dengan bebatuan yang ditandai oleh-Nya, yakni ianya dipersiapkan untuk menembusi lapisan atmosfera bumi kalian, kelak kalian akan benar-benar melihat kemunculannya wahai penduduk Makkah dan Yaman, di ufuk kutub utara dari arah bawah bintang kutub pada tahun 1427H ini

Demikian itu adalah kebenaran, kelak akan terlihat oleh semua kalangan, yang alim, yang jahil, yang ummi, yang kecil dan yang besar, mereka semua akan melihatnya dengan mata kasar dalam kenyataan sebenar pada hari kedatangannya

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu (12)
Maha Benar Allah
[Ath Thalaaq]


Sesungguhnya aku telah memperingatkan umat manusia dari azab seksaan Allah, aku muncul pada mereka di internet antarabangsa ketika hari matahari terakhir bagi tahun orbitnya matahari, yang mana waktu buat hari azab seksaan yang telah ditentukan itu dihitung dengannya (tahun orbitnya matahari)

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (47)
[Al Hajj]


Aku tidak memperingatkan kalian kecuali pada akhir hari dalam bulannya yang terakhir, sesungguhnya aku telah muncul pada kalian di internet antarabangsa sejak tahun 1425H, aku telah peringatkan kalian mengenai gerhana bulan sebagai peringatan, yang telah terjadi pada bulan Ramadhan tahun 1425H, begitu juga aku memberikan peringatan kepada kalian akan azab seksaan Allah pada 8 April 2005

Aku peringatkan azab seksaan Allah pada Ramadhan 1426H, juga azab seksaan Allah pada Ramadhan 1427H, mungkin orang-orang yang tidak mengetahui akan menyangka bahawa Allah telah memungkiri janji-Nya, padahal Allah sedikitpun tidak akan memungkiri janji-Nya pada hamba-Nya, demikian itu kerana aku tidak memperingatkan kalian, kecuali pada akhir hari bagi tahun orbitnya matahari pada tarikh terakhir matahari, dan ketika hari yang terakhir bagi matahari itu sendiri, yang tidak ada baginya waktu malam, namun seluruhnya waktu siang

Demikian itu kerana matahari berputar pada paksinya untuk menyelasaikan putarannya sehari, dan lengkapnya putaran matahari pada paksinya pada setiap dua tahun, sembilan bulan dan sepuluh hari, dan dari bulan Rabi'ulawwal 1425H hingga hari haji terbesar tahun 1427H adalah dua tahun, sembilan bulan dan sepuluh hari, bukankah aku telah memperingatkan kalian, tidak lain kecuali semasa hari terakhir yang diberkahi ini
?

Akan tetapi aku belum lagi menjelaskan kepada kalian mengenai rahasia ini, lalu kebanyakan anggota di forum menyangka bahawa perkaraku telah selesai, lalu mereka membuang keterangan-keteranganku dan berpaling dariku dalam dunia internet, apapun aku berterima kasih pada forum Bahzani, begitu juga situs Network Arab Untuk Hak Asasi Manusia, juga forum Qanat, kerana hanya mereka sahaja yang terus menyebarkan keterangan-keteranganku, mereka tidak membuangnya sedikitpun hingga saat tersebarnya keterangan ini seluruhnya


Sebagaimana yang telah aku nyatakan pada kalian dengan nash Al Quran wahai sekalian ulama umat, bahawasanya matahari dan bulan beredar dengan peraturan dan hitungan yang tertentu, dan hitungan hari azab seksaan sesungguhnya, telah Allah jadikan rahasianya pada tahun orbitnya matahari pada matahari itu sendiri

Demikianlah sesungguhnya, setahun orbit matahari itu terdiri dari duabelas bulan, dan setiap bulan setara dengan Lailatul Qadr lapan puluh tiga tahun dan empat bulan, sekiranya kalian mengulangi yang demikian duabelas kali, maka akan tampak bagi kalian berapa lama tempoh setahun orbitnya matahari

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu
Maha Benar Allah
[Al Hajj:47]

Itu adalah hari penghabisan bagi tahun orbitnya matahari, yang berakhir setelah berlalunya seribu tahun menurut perhitungan kalian dengan bulan-bulan qamariyah, demikian itulah takwil yang hak bagi firman Allah Ta'ala:
Matahari dan bulan beredar dengan peraturan dan hitungan yang tertentu
Maha Benar Allah
[Ar Rahman:5]


Adapun tempoh lamanya sehari bagi matahari, yang mana hitungan itu terbentuk darinya, maka tempoh lamanya adalah dua tahun, sembilan bulan dan sepuluh hari dengan lengkap dan sempurna, bermakna matahari melengkapkan putaran pada paksinya pada setiap dua tahun, sembilan bulan dan sepuluh hari

Sekiranya kalian menghitung yang demikian itu tigapuluh kali, maka kelak akan terlihat bagi kalian hasil keputusan lamanya tempoh sebulan orbitnya matahari, yang tempoh lamanya itu adalah lapan puluh tiga tahun dan empat bulan, lalu ulangilah tempoh sebulan ini dua belas kali, kelak akan terlihat pada kalian tempoh lamanya setahun orbitnya matahari, yang mana tempoh lamanya itu adalah bagaikan seribu tahun menurut perhitungan kalian

Siapakah yang akan meletakkan keteranganku ini agar dibaca di salah satu saluran angkasa seluruh dunia, kerana kelak Allah akan memuliakannya dengan kemuliaan yang besar
?

Aku bersumpah demi Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, cahaya di atas cahaya, Dzat yang membangkitkan orang yang telah mati di dalam kubur, dan kepada-Nya-lah semuanya akan dikumpulkan, bahawasanya aku adalah Al Yamani Al Muntadhar, khalifah Allah untuk umat manusia, penutup para khalifah semuanya, Allah tidak menjadikan hujjahku dengan sumpah, tidak pula dengan nama, namun hujjahku dengan ilmu pengetahuan bagi orang-orang yang mengetahui

Begitu juga orang-orang yang menyalin keteranganku ini, lalu membahagikannya di antara berbagai golongan umat manusia, maka demikianlah Allah menjadikan mereka sebagai wakil dan utusan Al Mahdi Al Muntadhar, itu kerana sesungguhnya mereka tidak membahagikannya melainkan mereka mendapati keteranganku berbeza dan unggul dengan ilmu pengetahuan dan logika, mereka itulah orang-orang yang sangat benar dan tulus, bagi mereka ampunan dari Tuhan mereka dan ganjaran pahala yang besar

Demikian juga mereka termasuk kalangan yang selamat dan aman dari ketakutan azab seksaan, tidak akan ada suatu apapun yang akan menimpa mereka, Allah-lah yang menjadi saksi dan pelindung terhadap perkara yang aku katakan, pasti kalian akan mengetahui beritanya dengan sebenar-benarnya, maka janganlah kalian meminta ianya disegerakan:
bukankah subuh itu sudah dekat
?

Maha Benar Allah
[Hud:81]



Wahai sekalian umat manusia dan jinn, demi Allah, aku tidak tahu solusi untuk menyelamatkan kalian dari azab seksaan Allah, selain kalian bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, melaksanakan amar bil ma'ruf dan nahyu 'anil munkar

Setiap orang dari kalian diberi kedudukan dan ditempatkan oleh Allah berdasarkan bidang kemampuannya, Allah tidak memberati seorangpun kecuali mengikut kesanggupannya, tidak selayaknya kalian membunuh orang kafir wahai sekalian umat Islam

Kecuali orang yang melampaui batas memcerobohi dan menyerang kalian, maka di sini wajib bagi kalian buat mempertahankan diri kalian dan agama kalian, dengan segenap kekuatan yang telah diberikan pada kalian, dan kemenangan adalah dari sisi Allah:
Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman
Maha Benar Allah
[Ar Ruum:47]


Tidak ada perbezaan antara Al Yamani Al Muntadhar dan Al Mahdi Al Muntadhar, seperti halnya perbezaan antara Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- dan Ahmad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam-, Allah Maha Besar dan kemenangan adalah milik Allah, dan milik Al Mahdi Al Muntadhar, khalifah Allah untuk umat manusia, imam kedua belas dari Ahlul Bayt yang suci, sesiapa yang mahu percaya silakan, dan sesiapa yang mahu mengingkari juga silakan

Betapa seringnya aku ulangi dan peringatkan, sesungguhnya matahari telah mencapai bulan, dan kelak malam akan mendahului siang, lalu matahari terbit dari barat tempat terbenamnya pada tahun 1427H ini, aku tidak mendendangkan syi'ir atau berlebih-lebihan mengarang wahai sekalian umat manusia, sesungguhnya orang yang memperingatkan tidak dapat dipersalahkan setelah terjadinya perkara yang telah diperingatkannya, kami hanya berkewajiban menyampaikan sedang Allah-lah yang memperhitungkan

Maka sampaikanlah dariku ini, sekiranya aku berbohong maka aku yang akan menanggungnya, namun sekiranya aku benar maka perkara ini sulit dan berat bagi mereka yang menolak dan menyombongkan diri, maka telah selesai perkara itu diputuskan


Saudara umat Islam di jalan Allah, Al Yamani Al Muntadhar, pembela Muhammad Rasulullah dan umat Islam; Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
_____________



اقتباس المشاركة: 39627 من الموضوع: حقيقة كوكب العذاب من مُحكم الكتاب ذكرى لأولي الألباب planet-x...

- 7 -
الإمام ناصر محمد اليماني
29 -10 - 1427 هـ
20 - 11 - 2006 مـ
ـــــــــــــــــــ



اليماني المنتظَر يدعو العلماء بمختلف مجالاتهم إلى طاولة الحوار ..

بسم الله الرحمن الرحيم، من خليفة الله على البشر المهديّ المنتظَر الإمام الثاني عشر من أهل البيت المُطهّر وخاتم خلفاء الله أجمعين عبده الحقير الصغير بين يديه الإمام ناصر محمد اليماني إلى أخي الكريم خادم الحرمين الشريفين الملك عبد الله بن عبد العزيز آل سعود المحترم وإلى جميع قادة العرب والعجم وكذلك إلى هيئة كبار العلماء بمكة المكرمة وإلى جميع علماء الدّين في العالمين وإلى جميع علماء الكون الفلكيّين الفيزيائيّين الذين لا يدّعون علم الغيب وليسوا من المنجّمين الكاذبين أولياء الشياطين، وإلى جميع علماء البشريّة بمختلف مجالاتهم العلميّة وإلى النّاس أجمعين، والسلام على من اتّبع المهديّ إلى الصراط ـــــــــــــ المستقيم، ثمّ أمّا بعد..

يا معشر علماء الأمّة من المسلمين والنّصارى، هل ينبغي لكم أن تصطفوا خاتم الأنبياء والمرسَلين محمداً عبد الله ورسوله - صلّى الله عليه وآله وسلم - أو تصطفوا عبد الله ورسوله المسيح عيسى ابن مريم صلّى الله عليه وسلم؟ ولا ينبغي أن يكون جوابكم إلا كجواب ملائكة الرحمن حينما عارضوا الرأي لخلافة الإنسان وأنّهم أولى بخلافة الملكوت من غيرهم، ويُفهم ذلك من قولهم:
{وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ} صدق الله العظيم [البقرة:30].

ثمّ علّم آدم أسماءَ خلفاء الله أجمعين ثمّ عرضهم على الملائكة، وقال الله لهم قولاً ممزوجاً بالغضب:
{فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَـٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ} صدق الله العظيم [البقرة:31].

ومن ثمّ أدركت الملائكة ما في نفس ربّهم عليهم وأنّهم تجاوزوا حدودهم وكأنّهم أعلم من ربّهم، فخشعوا وخضعوا وقالوا مُسبّحين لربّهم:
{قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ ﴿٣٢﴾} صدق الله العظيم [البقرة].

إذاً يا معشر علماء الأمّة، إن كان لا يحقّ لملائكة الرحمن الرأي في اصطفاء خليفة الله في الأرض فكيف يحقّ لكم أن تصطفوا خاتم خلفاء الله أجمعين إمام الأنبياء والمرسَلين الأوّلين منهم والآخرين الذي يفخر به محمدٌ رسول الله بأن جعله من أهل بيته؟ وفوق كلّ ذي علمٍ عليم؛ فضّل الله بعض النّبيّين على بعضٍ ورفع بعضهم على بعض درجات بالعلم:
{وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ ﴿٧٦﴾} صدق الله العظيم [يوسف].

وعبدُ الله المسيح عيسى ابن مريم أعلم من الأنبياء الذين من قبله؛ ذلك بأنّ الله علّمه الكتاب والحكمة والتّوراة والإنجيل، ولكنّ الله أمر ابن مريم في الكتاب أن ينقاد لأمري ويتّبعني ويتّخذني إماماً وهو نبيٌّ ورسولٌ وجيهٌ في الدنيا وفي الآخرة ومن المُقرّبين من الله ربّ العالمين ومن الصالحين في عهد إمامة المهديّ المنتظَر صاحب علم الكتاب الشامل والمُهيمن على الإنجيل والتّوراة وجميع كتب المرسَلين، ذلك كتاب الله الشامل الذي ابتعث الله به محمداً - صلّى الله عليه وسلم - إلى كافة الإنس والجنّ أجمعين ذلك القرآن العظيم كتاب الله الجامع ذِكرِكم وذِكر من كان قبلكم، فيه خبركم وخبر من كان قبلكم وخبر ما بعدكم، والذي سوف يعطيه الله علم هذا الكتاب كلّه فقد أصبح أعلم عبدٍ في عبيد الله في السماوات والأرض وفاز بالدرجة العالية التي لا ينبغي أن تكون إلا لعبدٍ واحدٍ من عباد الله الصالحين فيجعله الله خليفته الشامل على ملكوت كلّ شيء ولا ينبغي أن تكون درجة الخلافة لعبدين من عباد الله الصالحين؛ بل لا ينبغي أن تكون إلا لعبدٍ واحدٍ من عباد الله الصالحين، وكان حبيبي وجدّي يرجو أن يكون هو نظراً لأنّه خاتم الأنبياء والمرسَلين، حتى إذا نزل قوله الله تعالى:
{الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْ‌شِ ۚ الرَّ‌حْمَـٰنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرً‌ا ﴿٥٩﴾} صدق الله العظيم [الفرقان].

ومن ثمّ علم خاتم الأنبياء والمرسَلين بأنّه يوجد في علم الكتاب رجلٌ من أمّته هو أعلم بالرحمن منه برغم أنَّ محمداً رسول الله هو خاتم الأنبياء والمرسَلين وأكرم نبيٍّ عند الله ربّ العالمين وأحبّ وأقرب نبيٍّ إلى الله في أنبياء الله أجمعين، حتى إذا تبيّن لمحمدٍ رسول الله بأنَّ هذا الرجل الصالح قد جعله الله في أمّته ومن أهل بيته وخاتم خلفاء الله أجمعين ولم يجعله الله نبيّاً ولا رسولاً بل إماماً لأمّة الملكوت أجمعين من عالَمٍ من النّور وعالَمٍ من النّار وعالَم من صلصالٍ كالفخار، ومن ثمّ بحث محمدٌ رسول الله - صلّى الله عليه وآله وسلم - مع أخيه ومُعلّمه جبريل في شأن الخبير، وعَلِمَ محمدٌ رسول الله - صلّى الله عليه وآله وسلم - بأن مَثَله ومَثَل المهديّ صاحب علم الكتاب كمثَل عبد الله ورسوله الذي كلّمهُ الله تكليماً، ورغم ذلك التكريم أمره الله أن يذهب فيتعلّم المزيد من العلم فيكون تلميذاً بين يدي عبدٍ من عباد الله الصالحين، وأمر الله نبيّه موسى أن يكون سامعاً مطيعاً لأمره نظراً لأنّه أرفع درجة من موسى بالعلم لذلك عليه أن ينقاد لأمره، غير أنّ هذا الرجل الصالح يرى بأنّ موسى نبيُّ الله وكليمه لا يستطيع معه صبراً برغم ما أعطاه الله من العلم، فليس علم موسى إلى علم هذا الرجل الصالح إلا يسيراً، لذلك قال له موسى:
{هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُ‌شْدًا} صدق الله العظيم [الكهف:66].

ولكنّ الرجل واثقٌ من علمه بأنّه حقّاً أعلم من موسى كليم الله لذلك تكلّم بنتيجة الرِّحلة مُقدَّماً وقال جازماً:
{قَالَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرً‌ا ﴿٦٧﴾ وَكَيْفَ تَصْبِرُ‌ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرً‌ا ﴿٦٨﴾ قَالَ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّـهُ صَابِرً‌ا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرً‌ا ﴿٦٩﴾} صدق الله العظيم [الكهف]. وحدث الحُكم الذي قاله الرجل الصالح قبل بدء الرحلة: {قَالَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرً‌ا ﴿٦٧﴾}...

ويا معشر علماء المسلمين والنّصارى، لا ينبغي لكم أن تحصروا علم الله على الأنبياء والرّسل فتجعلوهم أكرم من الصالحين أجمعين وتحصروا العلم عليهم من دون الصالحين فذلك تدخّل في شؤون الله، تصديقاً لقوله تعالى:
{أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ} صدق الله العظيم [الزخرف:32].

وهل ابتعث الله نبيّه ورسوله وكليمه موسى عليه الصلاة والسلام إلى الرجل الصالح إلا لكي يُعلِّمَ موسى والنّاس أجمعين بأنّه لا ينبغي لهم حصر علم الله على الأنبياء والرّسل؟ وإنّ لله في خلقه شؤون، وإنّ الله للجميع وليس حصراً على طائفةٍ منكم بل للجميع، وإلى ربّهم فليتنافسوا أيّهم أقرب وأحبّ.

وخاتم الأنبياء والمرسلين محمد رسول الله - صلّى الله عليه وسلم - فإنّه لأحبّ نبيٍّ ورسولٍ إلى الله ربّ العالمين على مستوى الأنبياء والرُّسل، وأما المهديّ المنتظَر فإنّه أحبّ خلق الله على مستوى الخلائق أجمعين وأعلمهم بكتاب الله ربّ العالمين وخاتم خلفاء الله أجمعين عبده الحقير الصغير بين يدي الرحمن والخبير بالرحمن من النّاس أجمعين.

ومن ثمّ تباحث رسول الله مع مُعلّمه جبريل عليهم الصلاة والسلام عن شأن هذا الرجل الخبير الذي هو أعلم بذات الرحمن من محمد رسول الله خاتم الأنبياء والمرسَلين وأعلم من المُعلّم جبريل عليه الصلاة والسلام، حتى إذا بيّن له حقيقة إيمان هذا الرجل الخبير بالرحمن وفرجُ الله للمظلومين والمحرومين والضعفاء والمساكين؛ الرحمةُ التي كتب الله على نفسه، وإنّه سوف يأتي لمبايعة المسلمين عند الركن اليماني وهو من اليمن، لذلك قال رسول الله - صلّى الله عليه وآله وسلم - مُبشّراً ومحدّداً أرض الرجل الصالح:
[نَفَسُ الله يأتي من اليمن]، ومعنى نَفَسُ الله أي فَرَجُ الله، فالنَّفَسُ هو الفَرَجُ لكافة المسلمين.

ثم حدّد لكم جنسيّته ودرجة معرفته بحقيقة اسم الله الأعظم الذي جعله الله حقيقة في ذات نفسه تعالى، ولن يستطيع معرفة اسم الله الأعظم إلا اليماني الخبير بالرحمن، وذلك هو المعنى المراد من حديث رسول الله صلّى الله عليه وسلم:
[الإيمان يمانٍ والحكمة يمانيّة].

فتعالوا يا معشر علماء الدّين والمسلمين لأعلّمكم حقيقة اسم الله الأعظم والحكمة التي تتجلّى فيه من خلق ملكوت السماوات والأرض، وخلق عالَمٍ من نور وعالَمٍ من نارٍ وعالَمٍ من صلصال كالفخّار، وتتجلّى فيه الحكمة من خلق كُلّ دابّةٍ في الأرض أو طائرٍ يطير بجناحيه إلا أممٌ أمثالكم خلقهم الله لنفس الحكمة التي خلقكم الله من أجلها، وتتجلّى الحقّيقة في اسم الله الأعظم الهدف الإلهي من خلقه للسماوات والأرض وملكوت كُلّ شيءٍ حيٍّ من البعوضة وما فوقها، فلا تستعجلوا التكذيب يا معشر علماء الأمّة، ولا ينبغي لكم التصديق ما لم أثبت لكم الحقّيقة الكُبرى من هذا القرآن العظيم في حقيقة السرّ العظيم لاسم الله الأعظم، ولماذا نبَّأكم الله بتسعةٍ وتسعين اسماً ولم ينبِّئكم باسمه الأعظم الذي استأثره في علم الغيب عنده وجعله في نفسه حقيقةً يعلمها الذي عبد الله كما ينبغي أن يُعبد؛ عبده الحقير الصغير بين يديه العالِم باسمه الأعظم في ذات نفسه (الله) تعالى عمَّا يشركون علوَّاً كبيراً.

ويا معشر علماء الدّين وجميع المسلمين من الذين يريدون معرفة اسم الله الأعظم لكي يسألوا به في الدنيا أو الآخرة، لقد ألحدتم في أسماء الله ذلك بأنّكم تظنّون بأنّه اسمٌ أعظم من أسمائه التسعة والتسعين! وإنّكم لخاطئون وسبحان الله عمّا تقولون علوَّاً كبيراً! لا إله إلا هو وحده لا شريك له في خلقكم ولا في خلق السماوات والأرض، ولا إله غيره له الأسماء الحُسنى فادعوه بها بلا تفريق أيّما تدعون الله أو الرحمن أو أيّ اسمٍ آخر من أسمائه المائة اسم، فلا تُلحِدوا في أسماء الله بظنّكم بأنّ اسم الله الأعظم هو أعظم من أسمائه الأخرى فذلك هو الإلحاد بذاته، فهل جزَّأتم ربّكم إلى أجزاء؟ يا سبحان الله العظيم! فكيف يكون له اسمٌ أعظمَ من اسمٍ وهو واحدٌ أحدٌ الصمدُ لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفواً أحد؟

فتعالوا لأعلمكم بسرّ عظمة اسم الله الأعظم يا معشر علماء المسلمين والنّاس أجمعين، إنَّهُ
((( النّعيم ))) الذي ألهى النّاسَ عنهُ الهلعُ والطمعُ في التكاثر، فذلك هو النّعيم الذي عنهُ سوف تُسألون؛ إنّهُ حقيقةٌ لرضوان نفس ربّكم، فهل أنتم لربّكم عابدون؟ وحقيقة ذلك الاسم الأعظم تتجلّى فيه الحكمة من خلقكم: {وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾} صدق الله العظيم [الذاريات].

ولكن يا معشر العابدين لربّهم، هل أنبّئُكم لماذا وصف الله رضوان نفسه بالنّعيم الأعظم؟ وإليكم الإجابة الحقّ من القرآن العظيم وذلك لأنّه:
نعيمٌ تشعر به قلوب المقرّبين من عباده بنعيم عظيم في أنفسهم وسكينة وطمأنينة وانشراح؛ أولئك هم على نورٍ من ربّهم انعكاساً لرضوان نفس ربّهم عليهم، وذلك النّعيم الأعظم من نعيم الجنّة هو الرَّوح والرّيحان في قلوب عباده المقرّبين أعظم من جنّة النّعيم ولذلك يُسمّى النّعيم الأعظم، أي نعيمٌ أعظمُ من الجنّة والحور العين، إنّما الدنيا والآخرة مُلكٌ ماديٌّ يتفاوت في عظمته والآخرة خيرٌ وأبقى، ولا ينبغي لنعيم الدنيا والآخرة أن يكونا أعظم من نعيم رضوان نفس الله على عباده، وذلك هو المزيد نعيمٌ أعظم من نعيم جنات النّعيم فمهما عظُمت فهي صغيرة حقيرة إلى نعيم رضوان نفس الله على عباده، فصدّقوني بأنّ نعيمَ رضوانِ نفس الله لهو أكبر من نعيم الجنّة.

تصديقاً لقول الله تعالى في محكم القرآن العظيم:
{وَعَدَ اللَّـهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِ‌ي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ‌ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِ‌ضْوَانٌ مِّنَ اللَّـهِ أَكْبَرُ‌ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿٧٢﴾} صدق الله العظيم [التوبة]. إي وربّي، فإنّ رضواناً من الله نعيمٌ أعظمُ وأكبرُ من الجنّةِ والحور العين.

يا معشر العاشقين الذين يجعلون لله أنداداً بالحبِّ للحور الطين يحبّونهم كحبّ الله الذي لا ينبغي أن يكون لسواه فيجعله لامرأة أمَة من إماءِ الله، ومن أحبّ شيئاً أكثر من الله فهو إلهه وهواه فلا أستطيع إنقاذه من النّار شيئاً، وذلك لأنّهم يعبدون من دون الله إناثاً ويعبدون من دونه شيطاناً رجيماً لعنهُ الله، وأقسم ليتَّخِذ من عباد الله نصيباً مفروضاً.

يا معشر المسلمين في كل زمانٍ ومكانٍ، ما خطبكم إذا كرّم الله من عباده المقرّبين والذين يتنافسون إلى ربّهم يبتغون إليه الوسيلة أيّهم أقرب؛ حتى إذا كرّم الله من يشاء منهم فبالغتم في أمرهم بغير الحقّ؟ وتعبدونهم ليقرّبوكم إلى الله زُلفى! فأشركتم يا من تفعلون ذلك وغويتم وهويتم عن الصراط المستقيم، ومن أشرك بالله فكأنما خرّ من السماء فتخطّفه الطيرُ أو تهوي به الريح إلى مكانٍ سحيقٍ، فاتّقوا الله يا معشر المشركين بالله عباده المُقرّبين، وأقسم بالله العلي العظيم بأنّهم لن يُغنوا عنكم من الله شيئاَ، وسوف يكفرون بعبادتكم ويكونون ضداً، ويقولون:
{مَّا كُنتُمْ إِيَّانَا تَعْبُدُونَ ﴿٢٨﴾ فَكَفَىٰ بِاللَّـهِ شَهِيدًا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ إِن كُنَّا عَنْ عِبَادَتِكُمْ لَغَافِلِينَ ﴿٢٩﴾} صدق الله العظيم [يونس].

فهذه هي النتيجة لمن يدعو من دون الله أحداً فلن يجد له من دون الله من وليّ ولا نصير، ويا حسرةً على كثيرٍ من عباد الله المؤمنين، وذلك لأنّه لا يؤمن أكثرهم إلا وهم مشركون بربّهم عبادَه المُقرّبين.

فهل تعلمون يا معشر علماء الأمّة ما سبب عبادة الأصنام؟ إنّها المبالغة من قِبل المسلمين في كلّ زمانٍ ومكانٍ، فكلما بعث الله نبيّاً ليُخرِج العباد من عبادة العباد إلى عبادة ربّ العباد فمن بعد موت أنبيائهم يبالغون في نبيّهم أو في صحابته السابقين أو في الذين من بعدهم من عباد الله المكرّمين، وحتى إذا مات أحدُ عبادِ الله المقرّبين من الذين كانت لهم كرامات تكريماً من ربِّهم ولعلَّ الآخرين من النّاس يعلمون بكرامات هؤلاء فيفعلون كما يفعلون ليتنافسوا على ربّهم أيّهم أقرب فيتسابقوا بالخيرات والباقيات الصالحات قربة إلى الله ليكرّمَهم ويحبّهم ويقربّهم ويرضى عنهم، ولكن للأسف الشديد فقد حصر المسلمون الذين عرفوا ما شاء الله من عباده المقرّبين فجعلوا الله حصريّاً لهؤلاء المقرّبين فعبدونهم ليقرّبوهم إلى الله زُلفى، وتلك هي حقيقة عبادة الأصنام تكون بدايتها تماثيل لعباد الله المُقرّبين في كلّ زمانٍ، غير أنّ السرّ في عبادة الأصنام يتلاشى جيلاً بعد جيلٍ ومن ثمّ تأتي الأنبياء فتسألهم عن سرّ ذلك، وما كان جوابهم إلا أن قالوا وجدنا آباءنا كذلك يفعلون، فهم على آثارهم يُهرعون! وضلّ عنهم السرّ في عبادة الأصنام جيلاً بعد جيلٍ غير أنّ سرّها هو المبالغة في عباد الله الصالحين من المقرّبين فيدعونهم الذين في عصرهم من بعد موتهم من دون الله، وذلك هو التأويل الحقّ لقول الله تعالى في محكم القرآن العظيم:
{قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ‌ عَنكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا ﴿٥٦﴾ أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَ‌بِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَ‌بُ وَيَرْ‌جُونَ رَ‌حْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَ‌بِّكَ كَانَ مَحْذُورً‌ا ﴿٥٧﴾} صدق الله العظيم [الإسراء].

يأ أيّها النّاس ما خطبكم لا ترجون لله وقاراً ولا تريدون أن تقدروا ربّكم حقّ قدره؟ أفكلما كرّم طائفةً منكم فإذا أنتم بهم تشركون بربّكم؟ فاتّقوا الله! وتالله بأنّ اليماني المنتظَر لهو أعلم وأكرم عبدٍ في ملكوت السماوات والأرض ولن أغني عنكم من الله شيئاً، من ذا الذي يشفع عنده سبحانه إلا بأمر من الحيّ القيوم؟ أم إنّكم تظنّون بأنّ المُتّقين يملكون من الله خطاباً فيشفعوا لكم؟ سبحان الله العظيم! بل حتى الروح القُدس والملائكة لا يملكون منه خطاباً إلا من أذِن له الرحمن وقال صواباً، أم لم تقرأوا القول الحقّ:
{إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿٣١﴾ حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا ﴿٣٢﴾ وَكَوَاعِبَ أَتْرَ‌ابًا ﴿٣٣﴾ وَكَأْسًا دِهَاقًا ﴿٣٤﴾ لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا ﴿٣٥﴾ جَزَاءً مِّن رَّ‌بِّكَ عَطَاءً حِسَابًا ﴿٣٦﴾ رَّ‌بِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّ‌حْمَـٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا ﴿٣٧﴾} صدق الله العظيم [النبأ].

فهل تجدون في هذه الآية المحكمة الواضحة البيّنة بأنّ المتقين يملكون من ربّهم الخطاب ومنه الجواب بقبول الشفاعة؟ سبحان الله! بل لله الشفاعة جميعاً، فمن ذا الذي هو أرحم من أرحم الراحمين حتى يتجرَّأ بين يدي الرحمن طالباً الشفاعة؟ فهل تجرَّأ المسيح عيسى ابن مريم بأن يشفع للنصارى الذين بالغوا في ابن مريم وأمّه بغير الحقّ؟
{وَإِذْ قَالَ اللَّـهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْ‌يَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَـٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّـهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ ﴿١١٦﴾ مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْ‌تَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّـهَ رَ‌بِّي وَرَ‌بَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنتَ أَنتَ الرَّ‌قِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ﴿١١٧﴾ إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِن تَغْفِرْ‌ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿١١٨﴾ قَالَ اللَّـهُ هَـٰذَا يَوْمُ يَنفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ} صدق الله العظيم [المائدة]. فهل تجرَّأ أن يشفع ابن مريم لأمّته؟ بل ردّ الشفاعة لله، تصديقاً لقوله تعالى: {مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ} صدق الله العظيم [البقرة:256].

وكذلك ملائكة الرحمن هل يستطيعون أن يُخاطبوا ربّهم لطلب الشفاعة لأحد؟ ويا سبحان الله العظيم! لا.. وتالله لئن تجرّأ أحدٌ منهم ليبطش الله به في نار جهنّم فما بالكم بالذين من دونهم؟ وقال تعالى:
{يَوْمَ يَقُومُ الرُّ‌وحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّ‌حْمَـٰنُ وَقَالَ صَوَابًا ﴿٣٨﴾ ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الحقّ ۖ فَمَن شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَ‌بِّهِ مَآبًا ﴿٣٩﴾ إِنَّا أَنذَرْ‌نَاكُمْ عَذَابًا قَرِ‌يبًا يَوْمَ يَنظُرُ‌ الْمَرْ‌ءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ‌ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَ‌ابًا ﴿٤٠﴾} صدق الله العظيم [النبأ].

ويا معشر المسلمين هل تريدون أن تبالغوا في محمدٍ رسول الله بغير الحقّ وأنّه يتجرَّأ للشفاعة بين يدي الله فيشفع لأمّته؟ ويا سبحان الله! وهل ابتعث الله محمداً عبده ورسوله إلا لينذر النّاس أن يخافوا ربّهم وأن ليس لهم من دونه من وليٍّ ولا شفيعٍ لعلهم يتّقون؟ وقال الله تعالى:
{وَأَنذِرْ‌ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُ‌وا إِلَىٰ رَ‌بِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ ﴿٥١﴾} صدق الله العظيم [الأنعام].

وليس لمحمدٍ رسول الله ولا غيره من الأنبياء من أمر الشفاعة شيئاً، ثمّ بيّن الله في القرآن بأنّه ليس لمحمدٍ رسول الله من أمر الشفاعة شيئاً، وقال الله تعالى:
{لِيَقْطَعَ طَرَ‌فًا مِّنَ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنقَلِبُوا خَائِبِينَ ﴿١٢٧﴾ لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ‌ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ ﴿١٢٨﴾ وَلِلَّـهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْ‌ضِ ۚ يَغْفِرُ‌ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّـهُ غَفُورٌ‌ رَّ‌حِيمٌ ﴿١٢٩﴾} صدق الله العظيم [آل عمران].

يا أيّها النّاس هل تدرون لماذا لا يتجرَّأون على الشفاعة إلا بأمر من الله أن يشفع؟ وذلك لأنّ الله هو أرحم الراحمين ولو تجرَّأوا على الشفاعة فكأنّهم أرحم من الله بعباده لذلك لا ينبغي لهم، وذلك لأنّ الله هو أرحم الراحمين، فيا عجبي من الذين يلتمسون الرحمة من الشافعين ممّن هم أدنى رحمةً من الله! وذلك لأنّهم لا يعلمون بأنّ الله هو أرحم الراحمين في السماوات وفي الأرض لا ينبغي أن يكون هناك أحدٌ هو أرحم من الله، ولا ييأس من رحمة الله إلا القوم الظالمون.

ويا معشر علماء الأمّة، تيّقظوا لهذه المعجزة الكبرى والتي جعلها الله برهان المهديّ المنتظَر خليفة الله على البشر وفي مكة المَقَر مركز العالَم والأرض بمركز هذا الكون العظيم هي الأرض كوكب الماء، وفي الماء سرّ الحياة ولا حياة لحيٍّ بدون الماء.

يا معشر المسلمين، فصدِّقوني وصدِّقوا كلام الله ذلك بأنّ الله يقول في القرآن العظيم أنّ مركز الكون وأمّه التي انفتق منها جميع هذا الكون العظيم هي: هذا الكوكب الذي يوجد عليه الماء والحياة، وقبل أن يخلق الله السماوات السبع والأراضين السبع كان عرش الملكوت الكونيّ على أرضكم هذه أمّ الكون التي انفتق منها، وذلك هو التأويل الحقّ لقوله تعالى: {وَكَانَ عَرْ‌شُهُ عَلَى الْمَاءِ} صدق الله العظيم [هود:7]، أي الكوكب الذي أوجد فيه الماء، وجعل من الماء كلّ شيءٍ حيّ، وقال تعالى: {أَوَلَمْ يَرَ‌ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضَ كَانَتَا رَ‌تْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ ﴿٣٠﴾} صدق الله العظيم [الأنبياء].

ويا معشر علماء الفلك، إنّ الله يقول في القرآن العظيم أنّ من بعد هذه الأرض الأمّ التي تعيشون عليها سبعة أراضين بلا شك أو ريب، وأما هذه الأرض فهي الأمّ التي انفتق منها السماوات السبع والأراضين السبع من بعدها وإنّا لصادقون، وقال الله بأنّه لو يجعل بحر الماء الذي في الأرض مداداً لكلمات ربّي لنفد البحر قبل أن تنفد كلمات ربّي ولو جئنا بمثله مدداً، ثمّ كرّر الله لكم بأن لو يجعل ما في الأرض من شجرٍ أقلاماً والبحر يمدّه من بعده سبعة أبحرٍ ما نفدَت كلمات الله، فتبيّنوا يا معشر علماء الأمّة هذه الآية:
{وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْ‌ضِ مِن شَجَرَ‌ةٍ أَقْلَامٌ} صدق الله العظيم [لقمان:28].

أي جميع الأشجار التي على وجّه الأرض لو يجعلها الله أقلاماً ليكتب بها كلماته والبحر يمدّه من بعده سبعة أبحرٍ أي من بعد الأرض وذلك لأنّ الآية تتكلم عن جميع الأشجار التي على وجّه الأرض؛ لو يجعلها الله أقلاماً لكتابة كلماته، ثمّ قال:
{وَالْبَحْرُ‌ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ} صدق الله العظيم [لقمان:28].

أي البحر الذي على وجّه الأرض يمدّه من بعده أي من بعد الأرض التي يوجد عليها البحر والبشر فيمد سبعة أبحرٍ من بعد الأرض، أي يمد الأقطار السبعة من بعد الأرض، وهي سبعة كواكب من بعد الأرض بسبعة أبحر ما نفدَت كلمات الله، أي لنفِدَ المِداد قبل أن تنفد كلمات الله.

ويا معشر علماء الفلك، إنَّ الله يقول في القرآن بأنّ من بعد الأرض الأُميّة سبعة أراضين وتلك هي الأراضين السبع، وأما هذه الأرض التي تعيشون عليها فهي الأُميّة التي انفتقت منها السماوات السبع والأراضين السبع، وتوجد الأراضين السبع من بعد هذه الأرض الأميّة وليست ملتصقة بها بل منفصلة بالفضاء من بعدها والسماوات السبع من فوقها وتحيط بها من كل الجوانب، ومركز الجاذبيّة الكونيّة هي في أرضكم هذه الأميّة لهذا الكون العظيم؛ ذلك لأنّها الأمّ وحتى الشّمس تدور نحو الأرض أي نحو مركز الجاذبية الكونيّة، ويقول الله تعالى في القرآن العظيم بأن لولا رحمته لوقعت السماوات السبع بما فيها من نجوم على مركز الجاذبية الكونيّة على هذه الأرض الأميّة، وإنّها بما يسمونه الكوكب النيتروني، وأمّا القرآن فهو يسميه
الرتق أي المقر الجامع مستقر الشّمس والقمر وجميع الكواكب والنّجوم، وكذلك يسمّيه الساعة ذلك بأنّ الساعة تقوم من باطنها، وقد أوشكت أن تقوم وتهيَّأت لتنفيذ أمر الوحي الإلهي إذا أوحى لها أن تقوم، وقال الله تعالى: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَ‌بَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ ﴿١﴾} صدق الله العظيم [الحج].

وما هي الساعة التي تُزلزل مُنفّذة أمر الوحي الإلهي إذا أمرها أن تتجلّى لكم؟ إنّها في باطن الأرض الكوكب الأم، وقد تهيَّأت للاستعداد لتنفيذ الأمر وزلزلة الساعة أي أرض الساعة، وقال الله تعالى: بِسْمِ اللَّـهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ
{إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْ‌ضُ زِلْزَالَهَا ﴿١﴾ وَأَخْرَ‌جَتِ الْأَرْ‌ضُ أَثْقَالَهَا ﴿٢﴾ وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا ﴿٣﴾ يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَ‌هَا ﴿٤﴾ بِأَنَّ رَ‌بَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا ﴿٥﴾ يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ‌ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَ‌وْا أَعْمَالَهُمْ ﴿٦﴾ فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّ‌ةٍ خَيْرً‌ا يَرَ‌هُ ﴿٧﴾ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّ‌ةٍ شَرًّ‌ا يَرَ‌هُ ﴿٨﴾} صدق الله العظيم [الزلزلة].

والأرض هي الساعة، وتأتي الساعة بغتةً من باطن الأرض فلا يستطيع الذين كفروا ردّها وتلفح وجوههم النّار، وذلك لأنّ الأرض تتفجّر براكين في كلّ شبرٍ على وجّه الأرض وتنسف الجبال نسفاً.

يا معشر علماء الأمّة، هل صدّقتم بأنّ مركز الكون والسماوات السبع والأراضين السبع هي أرضكم الرّتق والأُميّة؟ وهي مركز هذا الكون العظيم والسماوات من حولها سبع سماوات طِباقاً، وتوجد من بعدها سبع أراضين طباقاً وهي الأرض الأمّ كوكب الماء؟
{وَكَانَ عَرْ‌شُهُ عَلَى الْمَاءِ} صدق الله العظيم [هود:7].

وإلى أرض الماء تتجمّع السماوات السبع والأراضين السبع من بعدها، فلو ينظر علماء الفلك لوجدوا بأنّه حقّاً من بعد الأرض سبعة كواكب أرضيّة وإنا لصادقون، وإنّ الأرض وضعها الله ميزاناً لهذا الكون العظيم، وتلك هي الأرض التي وضعها الله للأنام وهي مركز هذا الكون العظيم،


أم إنكم لا تصدقون يا معشر المسلمين الحقّ الذي نزل بقول اللهُ تعالى: {اللَّـهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّـهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا ﴿١٢} صدق الله العظيم [الطلاق]؟

وتأويل الآية ترونه الحقّ على الواقع الحقيقي بالعلم والمنطق الفيزيائيّ والرياضيّ وذلك بأن الأمر هو القرآن، يتنزل على محمدٍ رسول الله - صلى الله عليه وآله وسلم - في أرضكم هذه مركز الكون، وتوجد أرضكم بين السماوات السبع والأراضين السبع لذلك سوف تجدون من بعد أرضكم هذه والذي تنزّل فيها القرآن سوف تجدون من بعدها سبعة أراضين وكذلك السماوات سبع تحيط بها من جميع الجوانب، ومن ثم يمسك الله السماوات السبع والأراضين السبع أن تقع على أرضكم الأمّ والتي جعلها الله مركز الجاذبيّة الكونيّة تصديقاً لقوله تعالى: {وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَن تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ} [الحج:65]، وكذلك قول الله تعالى: {إِنَّ اللَّـهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَن تَزُولَا} صدق الله العظيم [فاطر:41]، أي يمسك السماوات السبع والتي تحيط بكم وكذلك الأراضين السبع التي من تحت أرضكم أن تزولا إليكم.

إذاً يا معشر المسلمين إن قول الله واضحٌ وجليٌّ وإن من بعد أرضكم سبع أراضين بلا شكٍّ أو ريبٍ، وإن أرضكم هي الأمّ التي انفتق منها السماوات السبع والأراضين السبع تصديقاً لقوله تعالى: {
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖوَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ ﴿٣٠} صدق الله العظيم [الأنبياء]، ويمسك الله السماوات أن تقع عليها وذلك لأن مركز الجاذبية الكونيّة توجد بهذه الأرض الأمّ، والله سبحانه يمسك السماوات السبع وما فيها والأراضين السبع وما فيها أن تزولا على الأرض الأميّة والتي انفتق منها هذا الكون العظيم، فهل تكفيكم هذه الحقّيقة الكبرى بأنّي بيّنت لكم من القرآن العظيم مركز الكون؟ وتلك آية من الله لتعلموا بأنّي خليفة الله ولتعلموا بأنّ الله على كلّ شيء قدير، ولتعلموا بأنّ الله أحاط بكلّ شيء علماً، وهذه الآية قد جعلها معجزة التحدي للمهديّ المنتظَر؛ فانظروا إلى تأويلي الحقّ على الواقع الحقّيقي 1+1 = 2، وهذه آيةٌ من الله لتعلموا بأنّ الله على كل شيءٍ قديرٍ وأنّ الله قد أحاط بكلِّ شيءٍ علماً، وأنّ اليمانيَّ المنتظَر هو حقاً المهديُّ المنتظر، فقد بيَّنا لكم مركز الكون، تصديقاً لقوله تعالى: {اللَّـهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْ‌ضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ‌ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ‌ وَأَنَّ اللَّـهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا ﴿١٢﴾} صدق الله العظيم [الطلاق].

فهل تعلنوا بأمري يا معشر هيئة كبار العلماء بالمملكة العربيّة السعوديّة وذلك حتى أستطيع الظهور عند الركن اليماني؟ أم تريدوني أن أفعل كما فعل جهيمان فأظهر للمبايعة قبل الحوار بالعلم والمنطق؟ فذلك شيءٌ غيرُ منطقيٍّ ولا ينبغي للمهديّ المنتظَر أن يظهر إلى جانب الكعبة للمبايعة قبل الإقناع بشأنه وعلمه، وكانت الإنترنت العالميّة على قَدَرٍ من الله وذلك حتى أخاطبكم من مكانٍ خفيّ فأظهر لكم بعد الإيمان بشأني، ولن يُعذّبَ اللهُ النّاس إذا آمنوا بأمري، وإن كفروا فسوف يكون لزاماً.

وكذلك كما نبّأتُكم بأنّ الأراضين سبع أراضين من تحت أرضكم الأرض الأمّ لهذا الكون العظيم، وأريد أن أنبّئكم باقتراب كوكب سجيل، فما هو كوكب سجيل؟ والجواب: إنّه أسفل الأراضين السبع وأبعدها على الإطلاق، وقد مرّ كوكب سجيل في زمن إبراهيم عليه الصلاة والسلام ودمّر الله به قوم لوطٍ وإبراهيم وأمطر عليهم بحجارةٍ مُسوَّمَةٍ منضودةٍ مُجهَّزةٍ من طينٍ من كوكب سجيل، فأمطر عليهم بحجارته المُسوّمة ودمّرهم أجمعين، وذلك هو التأويل الحقّ:
{جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْ‌نَا عَلَيْهَا حِجَارَ‌ةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ ﴿٨٢﴾ مُّسَوَّمَةً عِندَ رَ‌بِّكَ ۖ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ ﴿٨٣﴾} صدق الله العظيم [هود].

والمقصود من قوله تعالى:
{جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا}، أي جعل أعلى الأرض الأمّيّة أسفل الأراضين السبع فأمطر عليهم الحجارة مطر السوء، وما تلك الأرض من الظالمين ببعيدٍ وقد صار اقترابها وشيكاً.

يا معشر علماء الأمّة، إنّي لا أثبت لكم فقط بلفظ القرآن بل بتطبيق تأويلي على الواقع الحقّيقي وحتما سوف تجدونه 1+1=2، فهل تبيّن لكم أنّه الحقّ؟ فأعلنوا شأني للعالمين، والسلامُ على من اتّبع الهادي إلى الصراط المستقيم.

خليفة الله وعبده الحقير إليه الناصر لمحمدٍ صلّى الله عليه وآله وسلم الإمام ناصر محمد اليماني.
_____________



الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني
2016 مـ
ــــــــــــــــــــــــ



اليماني المنتظَر يُعلن عن يوم النصر والظهور يوم الحجّ الأكبر ..

بسم الله الرحمن الرحيم، من اليماني المنتظَر خليفة الله على البشر الإمام الثاني عشر من أهل البيت المُطهر الناصر لمحمدٍ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم ناصرُ محمدٍ اليماني إلى الناس كافةً والسلام على من اتّبع الهادي إلى الصراط المستقيم، أما بعد..

يا أيّها الناس لقد انتهت دنياكم وجاءت آخرتكم واقترب حسابكم وأنتم في غفلةٍ معرضون وبآيات الله لا توقنون، فلا أخاطبكم بالظنّ فالظنّ لا يُغني من الحقّ شيئاً بل بالعلم والسلطان بمنطق هذا القرآن العظيم، فإن رأيتموني على ضلالٍ يا معشر علماء المسلمين فلا ينبغي لكم السكوت وإن رأيتموني على هدى ونورٍ من ربي فلا ينبغي لكم الصموت وحاوروني في الشاشة العالميّة للحوار أمام العالَم وسوف نجعل المثقفين من عالم الإنترنت شهداء بيننا فينظروا من ذا الذي أتاه الله العلم والمنطق بالسلطان والبرهان الواضح والبيّن من القرآن العظيم. تصديقاً لقوله تعالى:
{وَلِنُبَيِّنَهُ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ} صدق الله العظيم [الأنعام:١٠٥].

فقد أعلنت للعالم في جهاز الإنترنت العالمي بانتهاء الدنيا الأولى وطلوع الشمس من مغربها فظنّ بعضكم بأني أتجرأ بالقول في علم الغيب والذي لا يعلمهُ إلا الله، وإليكم الجواب الحقّ وحقيق لا أقول على الله غير الحقّ بالعلم والمنطق من كلام الله علّام الغيوب والذي لا يعلم الغيب في السماوات والأرض سواه سبحانه وتعالى علوَّاً كبيراً! ولا ينبغي لكم تصديقي ما لم أُجادلكم بعلمٍ وهُدًى وكتابٍ منيرٍ، ولا أقبل جدال الذين يجادلونني بغير علمٍ ولا هُدًى ولا كتابٍ منيرٍ، وأشهد الله وملائكته وجميع الصالحين من عباده بأني أتحدّى جميع علماء الديانات السماويّة على مختلف فرقهم ومذاهبهم وليس تحدي الغرور بل اليقين والثقة فيما علمني ربي من تأويل حقائق الآيات في كتاب الله الشامل والجامع لكُتب جميع الأنبياء والمرسلين تصديقاً لقوله الله تعالى:
{
هَـٰذَا ذِكْرُ مَن مَّعِيَ وَذِكْرُ مَن قَبْلِ} صدق الله العظيم [الأنبياء:٢٤].

وجعلهُ الله قرآناً عربياً مُبيناً، رسالة الله الشاملة إلى الثقلين كافة من عالَم الإنس والجن، ومن ثم جعلهُ كتالوج للصانع الحكيم الله الذي أتقن صُنعه، ألا يعلم من خلق وهو اللطيف الخبير؟ وإنما أُجادلكم من كلام الله:
{وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا} [النساء:٨٧]، وبأي حديثٍ بعده تؤمنون؟

وكما كرّرت لكم القول من قبل أتحدّى بعلمٍ ومنطقٍ قرآنيّ علميٍّ رياضيٍّ فيزيائيٍّ 1 + 1 = 2 فأريكم حقائق آيات ربّي وربّكم بالعلم والمنطق الحقّ على الواقع الحقيقي حتى يراه الذين أوتوا العلم هو الحقّ على الواقع الحقيقي بعلم المنطق الفيزيائي، تصديقاً لقول الله تعالى:
{
وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ ﴿٦} صدق الله العظيم [سبأ].

وكذلك تصديقاً لقوله تعالى:
{وَلِنُبَيِّنَهُ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ} صدق الله العظيم [الأنعام:١٠٥].

وهذه الآية تُبشّركم بالإمام الذي سوف يؤتيه الله علم الكتاب وليس جُزءًا منه، وذلك حتى يُبيّن للناس بالعلم والمنطق على الواقع الحقيقي. تصديقاً لقول الله تعالى:
{
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ} صدق الله العظيم [فصلت:٥٣].

فلم يأمرني الله جهادكم بحدّ السيف والسلاح؛ بل سلّحني بالعلم والسلطان من القرآن، ومن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر، فإن أبيتم أظهرني الله في ليلةٍ واحدةٍ وأنتم صاغرون.

وأولاً أدعوكم إلى طاولة الحوار أعلِّمكم في مجال علم الطب وذلك لكي أُبيّن لكم آيةً من أنفسكم وأنتم لا تزالون في بطون أمهاتكم فقد أيّدكم الله بعلم معرفة الجنين هل جعلهُ الله ذكراً أم أُنثى قبل أن تضعه أمّه. فيا معشر علماء الطبّ، نحيطكم علماً بأنّ الله يقول في القرآن العظيم بأنّ الجنين لا يتبيّن لكم هل هو ذكر أم أُنثى إلا بعد مرور أربعة أشهرٍ بالتمام والكمال ومن ثم يتبيّن لكم بأنّهُ ذكرٌ أو أُنثى،
فإذا كان ذكراً فحمله وفصالهُ ثلاثون شهراً. تصديقاً لقوله تعالى: {وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا} صدق الله العظيم [الأحقاف:١٥].

وكذلك قوله تعالى:
{وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ} صدق الله العظيم. [لقمان:١٤].

فأما الثلاثون شهراً فمقدارها عامان ونصف، فأمّا العامان فهما عاما الرضاعة. تصديقاً لقوله تعالى:
{وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ} ومن ثم تبقّت الستة أشهر ولكنّا نعلم بأنّ الحامل لا تضعُ حملُها عادةً في ستة أشهر بل في تسعة أشهر وهنا موطن المعجزة القرآنية آية التصديق لهذا القرآن العظيم بأنّهُ حقاً يتلقاه النّبي الأُمّي من لدُن حكيمٍ عليمٍ الذي خلقكم، ألا يعلمُ من خلق وهو اللطيف الخبير؟

فتعالوا يا معشر علماء الطبّ أُبيّن لكم التأويل الحقّ لهذه الآية وسوف تجدون تأويلها حقاً بالعلم والمنطق على الواقع الحقيقي لقومٍ يعلمون ومنهم علماء الطبّ، فلماذا قال تعالى حين تكلّم عن الذكر فقال بأنّ حمله ستة أشهر باستثناء الثلاثة الأشهر الأولى للحمل؟ وذلك لأنّ هذا الجنين لم يتبيّن لكم يا معشر الأطباء هل هو ذكر أم أُنثى بالرغم أنّه قد مضى من الحمل ثلاثة أشهر ولكنّهُ لا ينبغي أن يتبيّن لأهل العلم هل هو ذكر أم أُنثى إلا من بداية الشهر الرابع وبعد انتهاء الشهر الرابع يكتمل الجهاز التناسلي فيتبيّن الجنين ذكراً أمام أهل العلم بلا شكٍ أو ريبٍ إذا كان ذكراً وإن لم يتبيّن فهو أنثى، فإذا كان ذكراً وقال الله وحمله وفصاله ثلاثون شهراً وذلك من لحظة التّبيان لعلماء الطب بأنّهُ ذكر وهو لا يزال في بطن أمّه، ولأنّ كلام الله في مُنتهى الدقة والصدق والآية تتكلم عن الذكر وأنّ حمله وفصاله ثلاثون شهراً لذلك لم يذكر الثلاثة أشهر الأولى وذلك لأنّ الآية تتكلّم عن الجّنين بعد أن تُحدِّد جنسه ذكراً كان أم أنثى، حيث أنّ الثلاثة الأشهر الأولى لا يتبيّن لأهل العلم هل هو ذكر أم أنثى، فقد يكون بعد ذلك أنثى عند دخول الشهر الرابع ولكن الآية تتكلم عن الذكر وحمله وفصاله ثلاثون شهراً، وذلك من لحظة بدء الخليقة للجهاز التناسلي دخول الشهر الرابع، فانظروا يا معشر علماء الطب هذا السرّ العلمي في القرآن كلام الرحمن الذي خلق الإنسان:
{فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ} صدق الله العظيم [الرحمن:١٣].

{يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ ﴿٦﴾ الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ ﴿٧﴾ فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ ﴿٨﴾} صدق الله العظيم [الإنفطار].

ومن ثم ننتقل الآن بالحوار مع طائفةٍ أخرى من أهل العلم وهم علماء الفلك من بعد أن بيّنّا لعلماء الطبّ آيةً لكم من أنفسكم لتعلموا بأنّ محمداً رسول الله صلّى الله عليه وسلم كان يتلقّى القرآن من لدُن حكيم عليم، فهل أنتم مؤمنون؟ وأي آيات الله تُنكرون يا أيها الكافرون؟

وإلى طائفة أخرى من أهل طاولة الحوار من أهل العلم ألا وهم علماء الفلك، فيا معشر علماء الفلك، إنّه ما كان لليماني المنتظَر أن يأتي زمن الظهور حتى تكتشفوا الكوكب العاشر وهو ما تسمونه
(نيبيرو) لأنّ في ذلك تكمن معجزة اليماني المنتظَر خليفة الله على البشر وذلك حتى أبيّن لكم حقيقة ما جاء في قوله تعالى:{
اللَّـهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّـهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا ﴿١٢} صدق الله العظيم [الطلاق].

فتعالوا يا معشر علماء الفلك لأبيّن لكم هذه الآية الكريمة، وقال تعالى:
{
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّـهِ} صدق الله العظيم [لقمان:٢٧].

والآية تتكلم عن قدرة الله بأنّها ليست لها حدودٌ وأن قدرته تعالى مطلقةٌ بلا حدود، وليس هذا موضوع الحوار؛
بل أعلمكم بالتأويل الباطن لهذه الآية الكريمة والتي تقول بأنّ من بعد هذه الأرض التي عليها البحر والشجر والبشر بأنّ من بعدها سبعة أراضين بلا شك أو ريب وتفهمون ذلك من خلال قوله تعالى: {وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ}، ومن ثم نقول بأنّ الآية تتكلم عن أرض البشر والتي تحمل البحر والشجر، وقال تعالى: {وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ} أي من بعد الأرض التي تحمل البحر والشجر، وأنتم تعلمون بأنّ الأرض جميعها بحرٌ ما عدا الربع منها يابسةٌ وكذلك الربع يتخلله بحيراتٌ وأنهارٌ، ويقول الله تعالى: {وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ} أي من بعد الأرض التي تحمل البحر والشجر ومن ثم يمدّه من بعده سبعة أبحر. ولكن يا قوم لا بدّ للسبعة أبحرٍ من سبعة أراضين تحمل السبعة الأبحر كمثل بحر الأرض العظيم، إذاً الله يقول بأنّ من بعد أرضكم هذه سبعة أراضين وأسفلها وأبعدها على الإطلاق أرض سجيلٍ والتي سوف يظهرني الله بها على العالمين في ليلةٍ واحدةٍ، فما هي أرض سجيل؟ إنّها ذلك الكوكب العاشر والذي تسمونه (نيبيرو) فذلك هو كوكب سجيل المذكور في القرآن العظيم وهو أسفل الأراضين السبع وهو الذي دمّر الله به قوم نبيّه لوطٍ عليه الصلاة والسلام، لذلك قال تعالى: {
فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا} صدق الله العظيم [هود:٨٢]. وذلك لأنّ الله جعل أسفل الأراضين السّبع وهو كوكب سجيل جعله بقدرٍ مقدورٍ عالي الأرض التي فيها قوم لوط والكافرين فأمطر عليهم حجارةً من طينٍ صخريٍّ زجاجيٍّ، وتلك تضاريس كوكب سجيلٍ ذي الحجارة المسوّمة، وما هي من الظالمين ببعيد.

ولابد أن يوافق رقم دورانها رقم دوران كسوف يوم الجمعة غرّة رمضان الفلكيّة 1427 والذي تمّ فيه اجتماع الشمس والقمر من بعد ميلاده هلالاً فاجتمعت به وقد هو هلال، ولكنّ أكثركم يمترون وينكرون أمري بغير علمٍ ولا هُدًى ولا كتابٍ منيرٍ.

فيا معشر البشر، إنّ كوكب سجيل هو أسفل الأراضين السبع، لذلك قال تعالى:
{جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا} وذلك حتى يمطر عليهم بحجارةٍ من سجيلٍ منضودٍ ومجهز لاختراق الغلاف الجوي فيصل إلى سطح الأرض قبل أن يدمّره غلاف أرضكم الجويّ الحافظ لكم من الحجارة الفضائيّة، وإنّها حجارةٌ من طينٍ زُجاجيٍّ، فهو مليء بهذه الحجارة الزجاجيّة والزجاج يتحمل الاحتكاك بغلاف أرضكم الجويّ لذلك قال تعالى: {مُسَوَّمَةً} أي قادرة على تحمل الاحتكاك بغلاف أرضكم الذي جعله الله حافظاً لكم، وليس معنى ذلك بأن تأمنوا مكر الله، فكوكب سجيل يتحدى كوكب الأرض بأن يخترق بحجارته المسوّمة المجهزة لاختراق غلافكم الجوي فجعله الله ضدّ الدفاع الجويّ للأرض، والدفاع الجويّ هو غلافكم أنتم وأرضكم، ذلك الغلاف الجوي الذي يُدمِّر الشهب المخترقة للغلاف الجوي فيحولها إلى رمادٍ، وما اخترقه احترق فلا يصل إليكم، فأنتم ترون ذلك رأي العين فلا تصل الحجارة الفضائيّة إليكم، ولكنّ سجيل قد جهّزهُ الله بحجارةٍ مسوّمةٍ أي مجهزةٍ لاختراق غلاف أرضكم الجويّ، وسوف ترونه يظهر يا أهل مكة واليمن بأفق القطب الشمالي من تحت النجم القطبي وفي عامكم هذا 1427 وذلك الحقّ، وسوف يراه عالِمكم وجاهلكم وأمّيّكم وصغيركم وكبيركم رأي العين على الواقع الحقيقي يوم مجيئه. تصديقاً لقوله تعالى:
{اللَّـهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّـهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا ﴿١٢} صدق الله العظيم [الطلاق].

و قد حذّرت البشر من عذاب الله وظهرت لهم في الإنترنت العالميّة في خلال اليوم الشمسيّ الأخير للسنة الفلكيّة الشمسيّة والتي يُحسب بها ميعاد يوم العذاب. تصديقاً لقوله تعالى:
{
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ اللَّـهُ وَعْدَهُ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ ﴿٤٧} صدق الله العظيم [الحج].

ولم أحذّركم إلا في آخر يوم في شهرها الأخير فقد ظهرتُ لكم في الإنترنت العالميّة منذ عام 1425 وحذّرتكم خسوف القمر النذير والذي حدث في رمضان 1425، وكذلك أنذرتُكم عذاب الله في 8 إبريل 2005 وعذاب الله في رمضان 1426 وكذلك عذاب الله في رمضان 1427. وقد يظنّ الذين لا يعلمون بأنّ الله قد أخلف وعده، ولن يخلف الله وعده لعبده شيئاً، وذلك لأنّي لم أحذّركم إلا في آخر يومٍ لسنةٍ فلكيّة شمسيّة في نهاية التاريخ الشمسي وفي خلال اليوم الأخير في ذات الشمس والذي ليس له ليلٌ بل كلّه نهارٌ، وذلك لأنّ الشمس تدور حول نفسها لقضاء دورتها اليوميّة وتتم دورتها حول نفسها كل سنتين وتسعة أشهر وعشرة أيام، فمن ربيع الأول 1425 إلى يوم الحج الأكبر 1427 سنتان وتسعة أشهر وعشرة أيام، فهل أنذرتُكم إلا خلال هذا اليوم المبارك والأخير؟ ولكنّي لم أُبيّن لكم هذا السرّ، فقد ظنّ كثيرٌ من أهل المنتديات بأنّه انتهى أمري وقاموا بحذف خطاباتي فتولّوا عنّي في عالم الإنترنت، وأشكر منتدى (بحزاني) وكذلك (موقع الشبكة العربيّة لحقوق الإنسان) وكذلك منتدى (قناة) فهم الوحيدون الذين واصلوا النشر لخطاباتي ولم يحذفوها شيئاً إلى حدّ الساعة لنشر هذا الخطاب الشامل.

وكما ذكرت لكم يا معشر علماء الأمّة بنص القرآن العظيم بأنّ الشمس والقمر بحسبان، والحساب ليوم العذاب قد جعل الله سرّه في السّنة الفلكيّة الشمسيّة في ذات الشمس، وذلك بأن السّنة الفلكيّة الشمسيّة تتكون من اثني عشر شهراً وكلّ شهرٍ بما يعادل ليلة القدر ثلاثة وثمانون عاماً وأربعة أشهر، فإذا كررتم ذلك اثني عشر مرة يظهر لكم طول السّنة الفلكيّة الشمسيّة. تصديقاً لقوله تعالى:
{وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ} صدق الله العظيم [الحج:٤٧]. وذلك يوم انتهاء السنة الفلكيّة الشمسيّة تنتهي بعد مضي ألف سنة مما تعدون بالشهور القمريّة وذلك التأويل الحقّ لقوله تعالى: {الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسبانٍ} صدق الله العظيم [الرحمن:٥].

و أما طول اليوم في ذات الشمس والذي يتكون منه الحساب فطوله سنتان وتسعة أشهر وعشرة أيام بالتّمام والكمال بمعنى أنّ الشمس تكمل دورتها حول نفسها كل سنتين وتسعة أشهر وعشرة أيّام فإذا حسبتُم ذلك ثلاثين مرة سوف يظهر لكم ناتج الشهر الفلكي الشمسي والذي طوله ثلاثة وثمانون عاماً وأربعة أشهر ومن ثم تكرروا هذا الشهر اثني عشر مرة وسوف يطلع لكم طول السنة الفلكيّة الشمسيّة والتي طولها كألف سنة مما تعدون. فمن ذا الذي يجعل خطابي هذا يُتلى في أحد القنوات الفضائيّة للعالمين ولسوف يكرِّمهُ الله تكريماً عظيماً؟

وأقسم بالله العلي العظيم نور على نورٍ والذي يبعث من في القبور وإليه النشور بأنّي اليماني المنتظَر خليفة الله على البشر وخاتم خُلفاء الله أجمعين ولم يجعل الله حجّتي القسم ولا الاسم بل العلم لقومٍ يعلمون، وكذلك الذين ينسخون خطابي هذا فيوزّعوه بين صفوف الناس فذلك جعلهم الله نوّاب المهديّ المنتظَر وذلك لأنّهم لم يوزّعوه إلا وهم يروه يمتاز بالعلم والمنطق، وأولئك هم الصّدّيقون لهم مغفرةٌ من ربّهم وأجرٌ عظيم وكذلك من فزع العذاب لمن الآمنين ولن يصيبهم شيءٌ، والله على ما أقول شهيدٌ ووكيلٌ، ولتعلمنّ نبأه بالحقّ فلا تستعجلوا:
{أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ} صدق الله العظيم [هود:٨١]؟

ويا معشر أمّة الإنسان والجانّ، والله لا أعلم لكم بحلٍّ يُنجيكم من عذاب الله إلا أن تتوبوا إلى الله متاباً فتقيموا الصلاة وتؤتوا الزكاة وتأمروا بالمعروف وتنهوا عن المنكر كل منكم حسب ما مكّنه الله في نطاق قدرته ولا يُكلف الله نفساً إلا وسعها، ولا ينبغي لكم يا معشر المسلمين أن تقتلوا كافراً إلا من اعتدى فهُنا فرضٌ واجبٌ الدفاع عن أنفسكم ودينكم بكُلّ ما أوتيتم من قوةٍ والنّصر من عند الله:
{وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ}
صدق الله العظيم [الروم:٤٧].

و لا فرقَ بين اليماني المنتظَر والمهديّ المنتظَر حتى يكون فرقٌ بين محمد رسول الله صلّى الله عليه وسلم وأحمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم، والله أكبر والنصر لله وللمهديّ المنتظَر خليفة الله على البشر الإمام الثاني عشر من أهل البيت المُطهر، ومن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر، فكم أُكرِّر وأنذر قد أدركت الشمس القمر وسوف يسبق الليل النهار فتطلع الشمس من مغربها في عامكم هذا 1427، فلا أتغنّى لكم بالشعر أو مبالغٌ بالنّثر يا معشر البشر فقد أعذر من أنذر وعلينا البلاغ وعلى الله الحساب فبلِّغوا عنّي، فإن كنتُ كاذباً فعليَّ كذبي وإن كنت صادقاً فالأمر عسيرٌ وخطيرٌ على من أبى واستكبر وقضي الأمر.

أخو المسلمين في الله اليماني المنتظَر الناصر لمحمد رسول الله والمسلمين؛ الإمام ناصر محمد اليماني.
________
_____